nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saksikan Rekonstruksi, Keluarga Pelaku Pelemparan Batu di Tol Nangis Histeris

Rasyid Ridho , Jurnalis · Rabu 04 Juli 2018 16:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 04 340 1917834 saksikan-rekontruksi-keluarga-pelaku-pelemparan-batu-di-tol-nangis-histeris-44IDW267Kj.jpg Rekonstruksi pelemparan batu di tol Tangerang-Merak (foto: Rasyid/Sindo)

SERANG - Pihak Polres Serang menggelar rekonstruksi pelemparan batu di KM 49.500 Tol Tangerang-Merak, tepatnya di Kampung Songgong Jaya, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Dalam rekonstruksi tersebut, para tersangka memperagakan 17 adegan dari awal hingga akhir.

Dalam rekontruksi, polisi menghadirkan lima pelaku yakni berinisal WS,18; BS,18; RY,18; SN,18; dan SL,18 dengan pengawalan ketat pihak kepolisian.

Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan mengatakan, rekonstruksi dilakukan guna pemenuhan materi berkas pemeriksaan sebelum dilimpahkan ke pihak kejaksaaan.

"Adegan rekonstruksi yang sudah kita laksanakan sebanyak 17 adegan, ini untuk pemenuhan materi dan menyesuaikan dipemeriksaan dengan fakta-fakta yang ada," kata Indra kepada wartawan, Rabu (4/7/2018)

 rekon

Dia menjelaskan, rekonstruksi dilakukan dari awal berkumpulnya kelima pelaku di rumah WS di Kampung Kamurang, Desa Bakung, Kecamatan Cikande. Kemudian, kelima pelaku menuju jembatan menggunakan satu kendaraan motor Yamaha Mio J dengan nomor polisi A 6255 GH ditumpuk lima.

Sesampainya di jembatan, tiga pelaku RY, SN, SL turun dijembatan. Sedangkan dua pelaku yakni WS, dan BS kembali turun dari jembatan untuk mengambil lima batu besar di pinggir jalan untuk dilemparkan.

"Mereka ini secara bergantian melemparkan batu ke bawah jalan tol dari atas jembatan yang kondisinya gelap," sambungnya.

 rekon

Proses rekonstruksi juga disaksikan warga sekitar yang penasaran dengan aksi kelima pelaku sehingga menyebabkan enam kendaraan rusak dan empat orang mengalami luka-luka akibat keisengan para pelaku.

Sementara itu, dalam rekonstruksi tersebut beberapa keluarga tersangka ikut menyaksikan. Siti Fathonah, bibi salah satu tersangka, menangis sejadi-jadinya saat melihat tersangka WS mengenakan seragam tahanan Polres Serang.

Sebagai keluarga, Siti meminta maaf kepada korban atas keisengan pria pengangguran dan putus sekolah sejak SMP.

"Sebagai keluarga, saya minta maaf. Tolong dimaafkan dosanya. Minta maaf sedalam-dalamnya. Yang jadi korban cepat sembuh,” kata Siti.

 rekon

Menurut Siti, pada saat kejadian dirinya tidak mengetahui jika keponakannya itu akan melakukan pelemparan batu di atas jembatan penyeberangan orang.

"Kalau tahu mau lempar batu di tol saya cegah. Udah saya urus dari kecil, ibunya kerja,” ujar Siti sambil menangis.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini