nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trump Tuding Jerman Jadi "Tawanan Rusia" Gara-Gara Kesepakatan Minyak dan Gas

Agregasi VOA, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 08:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 12 18 1921248 trump-tuding-jerman-jadi-tawanan-rusia-gara-gara-kesepakatan-minyak-dan-gas-ArFqgLUJHC.jpg Presiden AS Donald Trump bersama Presiden Turki, Tayyip Erdogan, berjalan bersama untuk menghadiri pembukaan KTT NATO di Brussels, Belgia, Rabu (11/7/2018). (Foto: Reuters)

PERTEMUAN NATO di Brussels, Rabu (11/7/2018), dimulai dengan nada konfrontasi setelah Presiden AS Donald Trump mengecam Jerman dan menuduh anggota terbesar dan terkaya dalam aliansi pertahanan itu sebagai "tawanan" Rusia.

Presiden AS Donald Trump secara terbuka dan keras mengecam Jerman pada awal KTT tahunan NATO di Brussels. Kecaman itu dilontarkan Trump karena Jerman mengizinkan perusahaan energi Rusia Gazprom membangun saluran pipa gas Nord Stream 2 melalui perairannya di Laut Baltik. Trump menuding Jerman menjadi tawanan Rusia.

Dalam pertemuan makan pagi dengan sekjen NATO Jens Stoltenberg, Rabu (11/7), Trump mengatakan Jerman membayar miliaran dolar ke Rusia setiap tahunnya untuk mendapatkan energi, sementara NATO harus melindungi negara itu dari Rusia.

Trump juga mengkritik Jerman dengan tajam karena mengizinkan perusahaan energi Rusia Gazprom membangun jalur pipa Nord Stream 2 melalui perairannya.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: Reuters)

Presiden Trump mengatakan,"Saya kira sangat menyedihkan Jerman membuat kesepakatan minyak dan gas besar dengan Rusia padahal kita justru harus mencegah hal ini. Jerman membayar miliaran dolar setahun kepada Rusia. Jerman kini dikendalikan sepenuhnya oleh Rusia karena mereka mendapat 60 sampai 70 persen energi mereka dari Rusia dan saluran pipa baru."

Para pendukung pipa gas alam lepas pantai bernilai $ 10 miliar yang mengalirkan gas alam dari Rusia mengatakan pasokan gas itu memperkuat keamanan energi dan diversifikasi energi Eropa dan membantu benua itu mengurangi emisi karbon dioksida.

Trump juga mengatakan, sangat tidak pantas bahwa AS mengeluarkan dana lebih besar untuk mempertahankan Eropa ketimbang negara-negara lainnya. Pernyataannya tersebut mengulang keluhan-keluhan yang dilontarkannya dalam beberapa hari terakhir baik secara lisan maupun melalui Twitter. Ia menuntut anggota-anggota NATO mengalokasikan lebih banyak dana ke pertahanan aliansi itu.

Stoltenberg membalas dengan menegaskan bahwa anggota-anggota NATO dapat bekerja sama meskipun ada sejumlah ketidaksepakatan. Stoltenberg mendapati dirinya dalam posisi tidak nyaman dalam upaya menjembatani perbedaan antara Amerika dan negara-negara lain dalam aliansi yang beranggotakan 29 negara itu.

Trump diperkirakan akan terus mengonfrontasi sekutu-sekutunya di NATO terkait pengeluaran militer negara-negara itu pada KTT itu. KTT itu sendiri berlangsung di tengah-tengah hubungan yang tegang antara presiden AS sekutu-sekutu lama terdekatnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini