Polisi Turki Tangkap Penceramah Harun Yahya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 10:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 12 18 1921287 polisi-turki-tangkap-penceramah-harun-yahya-FBK4uJO0oJ.jpg Adnan Oktar alias Harun Yahya ditangkap pada Rabu, 11 Juli 2018. (Foto: AFP)

ISTANBUL – Polisi Istanbul telah menangkap penceramah Islam kontroversial Adnan Oktar pada Rabu, 11 Juni dan memburu 235 orang lain yang dicurigai memiliki hubungan dengan sindikatnya. Oktar yang juga dikenal dengan nama Harun Yahya merupakan buronan paling dicari dalam daftar Divisi Kejahatan Finansial Kepolisian Turki.

Sindikat Oktar dituduh melakukan berbagai kejahatan termasuk membentuk organisasi kriminal, pelecehan seksual terhadap anak-anak, berhubungan seksual dengan anak di bawah umur, pelanggaran pajak dan melanggar undang-undang anti-terorisme.

Dia diciduk saat bersiap melarikan diri dan ditemukan lebih dari 50 senjata api dalam penangkapan tersebut. Setidaknya 166 tersangka yang memiliki hubungan dengan sindikat Oktar telah ditahan dan polisi masih melakukan perburuan di lima provinsi di Turki untuk mencari 235 lainnya.

Pengadilan Perdamaian Istanbul juga telah memerintahkan penyitaan terhadap aset dan properti milik Oktar dan 235 tersangka. Perwalian telah ditunjuk untuk menangani perusahaan, organisasi dan asosiasi mereka.

Oktar mengatakan, semua tuduhan terhadap dirinya adalah kebohongan dan penangkapannya merupakan permintaan dari “badan intelijen Inggris”.

"Intelijen Inggris telah lama menginginkan operasi untuk diluncurkan terhadap kami. Sebuah delegasi dikirim ke Turki dalam hal ini. Permintaan ini disampaikan kepada [residen Recep Tayyip Erdogan selama kunjungannya ke Inggris," ujarnya sebagaimana dilansir BBC, Kamis (12/7/2018).

Pandangan penceramah itu telah membuatnya memiliki reputasi yang cukup dikenal , baik di Turki maupun di luar negeri. Dia telah beberapa kali ditangkap sebelumnya dan menghabiskan waktu di penjara dan rumah sakit jiwa selama bertahun-tahun.

Siaran ceramahnya menyampaikan pandangan Islam – tetapi juga menampilkan penari perut berpakaian minim di antara khutbah. Oktar juga sering ditemani oleh para wanita berias tebal yang dia sebut sebagai “kitten” atau “anak kucing” dan pria-pria tampan yang disebut sebagai “singa”.

Pada Januari, kepala departemen penyiaran Turki menduga bahwa bahwa Oktar "kemungkinan besar kehilangan kestabilan mentalnya".

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini