nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sadis, Suami di Depok Telanjangi dan Arak Istri hingga Diancam Akan Dibunuh

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Rabu 25 Juli 2018 17:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 25 338 1927270 sadis-suami-di-depok-telanjangi-dan-arak-istri-hingga-diancam-akan-dibunuh-qdmUwXYot5.jpg Ilustrasi KDRT (foto: Shutterstock)

DEPOK - Prima Hadi (32) pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Sukmajaya, Depok ditangkap Satreskrim Polresta Depok di rumahnya, pada Rabu (25/4/2018) sekira pukul 13.00 WIB.

Diketahui, Pelaku ditangkap di rumah karena telah melakukan penganiayaan terhadap istrinya NA (24) karena melakukan KDRT disertai ancaman pembunuhan yang terjadi pada Senin (23/7/2018) sekira pukul 21.30 WIB.

Tindakan pelaku selaku suami korban membuat sekujur tubuh sang istri luka lebam akibat dipukul, ditendang hingga puluhan kali, diancam dilempar dari atas Jembatan Panus, hingga ditusuk kepalanya menggunakan kunci motor.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro mengatakan korban sudah beberapa kali menjadi korban KDRT oleh suami yang sudah dinikahinya selama tiga tahun dan dikaruniai seorang anak perempuan berusia tiga tahun.

"Tadi pelaku mengakui perbuatannya menggunduli istrinya dan melakukan kekerasannya di depan anaknya. Alasannya karena cemburu," kata Bintoro kepada wartawan di Mapolresta Depok, Rabu (25/7/2018).

Ilustrasi KDRT (foto: Shutterstock) 

Bintoro menuturkan, hingga kini pemeriksaan terhadap pelaku yang mengancam melempar NA dari atas jembatan Panus ke Kali Ciliwung itu masih berlangsung.

"Kami lakukan penangkapan terkait kasus KDRT yang sempat viral di media sosial. Setelah penangkapan yang bersangkutan kita bawa ke kantor polisi dan kita lakukan pemeriksaan," paparnya.

Sebagai informasi, Prima melakukan KDRT di empat lokasi berbeda hingga menyebabkan NA sekujur tubuhnya terluka. Yakni di kediaman teman NA, Oka Biliard saat Prima melakukan kekerasan, menelanjangi, dan menggunduli istrinya.

Kemudian dilanjutkan ke sepanjang jalan dari Oka Biliard menuju jembatan Panus, serta di Jembatan Panus saat ia merobek baju sekaligus mengancam menusuk kepala NA dengan kunci motornya.

Sepanjang jalan itu korban mengalami caci maki, pukulan, dan tendangan, selain itu, korban juga dipaksa berjalan kaki dari Oka Biliard menuju rumahnya yang berjarak sekira belasan kilometer.

Usai berjalan sekira empat kilometer, langkahnya terhenti Jembatan Panus lantaran pelaku memaksa korban mengaku kalau telah berselingkuh. Karena nyawanya terancam NA terpaksa berbohong kalau telah melakukan hubungan seksual dengan teman prianya.

Ironisnya pengendara yang melintas kala itu justru diam seakan percaya kalau NA memang berselingkuh dan layak mendapat kekerasan.

"Penangkapan itu merupakan buntut dari laporan NA (24) ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) polresta Depok. Bekas luka akibat dipukul, ditendang, dan dilempar kunci motor tampak jelas di wajah pedagang minuman ringan ini," pungkasnya.

(fid)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini