nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hutan Terbakar, Orangutan Turun ke Permukiman Cari Perlindungan

ant, Jurnalis · Rabu 25 Juli 2018 16:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 25 340 1927187 hutan-terbakar-orangutan-turun-ke-permukiman-cari-perlindungan-OUj9E1i6vo.jpg Orangutan di TN Tanjung Puting, Kalimantan Tengah (Heru/Okezone)

SAMPIT - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah mengemukakan peningkatan kemunculan orangutan di kawasan permukiman warga Kabupaten Kotawaringin Timur, diduga dampak kebakaran lahan yang mulai marak di daerah tersebut.

"Kebakaran hutan dan lahan pasti ada dampaknya. Orang utan menghindari kebakaran dan mencari tempat yang menurut mereka aman, yaitu ada di wilayah kebun warga," kata Komandan Pos Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah Wilayah Sampit, Muriansyah, Rabu (25/7/2018).

Selama Juni dan Juli 2018, ada enam laporan warga terkait dengan gangguan orang utan. Satwa langka dengan nama latin Pongo pygmaeus itu dilaporkan masuk kebun sehingga menimbulkan kekhawatiran warga.

Gangguan orang utan dilaporkan terjadi di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Mentawa Baru Ketapang dan Baamang. Di kecamatan-kecamatan tersebut sudah beberapa kali terjadi kebakaran hutan dan lahan sehingga diperkirakan turut berpengaruh terhadap satwa yang hidup di hutan setempat.

Ia mengatakan orangutan pada dasarnya hewan pemalu. Namun, kerusakan habitat akibat kebakaran, penebangan liar, maupun alih fungsi lahan, diduga menjadi penyebab satwa liar itu mulai agresif.

 

Mereka, katanya, berusaha bertahan hidup dengan mencari kawasan yang masih banyak terdapat cadangan makanan. "Orangutan akan mencari lokasi yang aman dan nyaman. Aman dari kebakaran dan nyaman karena saat ini musim buah. Di musim kemarau ini, banyak satwa liar yang masuk ke perkebunan dan pemukiman warga," kata Muriansyah.

Masyarakat diminta tetap berhati-hati jika mengetahui kemunculan satwa liar. Jika melihat ada satwa liar, seperti orangutan dan beruang, warga diminta tidak berusaha membunuhnya.

Warga diminta melaporkan kepada BKSDA agar satwa tersebut ditangkap dan dievakuasi untuk dilepasliarkan ke hutan yang aman dan jauh dari permukiman.

Ia menjelaskan membunuh, memelihara, atau memperdagangkan satwa dilindungi secara ilegal bisa dikenakan sanksi pidana. Balai Konservasi Sumber Daya Alam juga menurunkan Manggala Agni untuk bergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Kotawaringin Timur. Tim terus melakukan patroli dan memadamkan kebakaran lahan di daerah itu.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini