Video Ahed yang viral direkam oleh ibunya, Nariman Tamimi. Dalam rekaman itu ia berteriak dan mendorong dua tentara yang tengah memasuki pekarangan rumahnya.
Video tersebut lalu diunggah ke akun Facebook milik Nariman. Pada rekaman itu Ahed terlihat menendang dan menampar seorang tentara. Ia juga mengancam akan melakukan hal itu pada tentara lainnya.
Dalam persidangan, Ahed Tamimi menyebut melakukan serangan itu karena melihat dua tentara Israel tersebut menembakkan peluru karet ke kepala sepupunya, Mohammed. Ia mengklaim dua peristiwa itu berlangsung pada hari yang sama.
Otoritas militer Israel mengaku mengutus dua tentara ke rumah Ahed. Tujuannya, kata mereka, untuk meredam unjuk rasa para remaja Palestina yang diwarnai pelemparan batu.
Namun militer Israel membantah telah menembak Mohammed, yang mereka sebut mengaku memiliki luka di kepala setelah jatuh dari sepeda.
Kasus Ahed memunculkan pandangan saling bertolak belakang di antara komunitas Palestina dan Israel.