RAHMAN asyik mengobrol bersama empat kawannya di bibir Kali Sentiong atau Kali Item, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sesekali mereka menutup hidung karena bau menyengat dari kali itu.
"Kali Item baunya memang ada dari dulu,” tutur Rahman kepada Okezone, Kamis 2 Juli 2018.
“Apalagi dulu sebelum dikeruk airnya keruh lumpur saja yang banyak," sambung pria paruh baya yang tinggal sekitar Kali Item.
Kali Item jadi sorotan karena kondisinya yang jorok dan berbaunya menjelang Asian Games 2018. Apalagi letaknya dekat Wisma Atlet, pemondokan para kontingen dan official tim dari 45 negara peserta.
Air hitam yang mengendap di Kali Item kebanyakan limbah rumah tangga serta dari industri pembuat tahu dan tempe di sekitarnya. Endapan limbah menyebar bau.
"Kalau kami biasa setiap hari (cium bau) di sini,” ujar Rahman.
Tapi, bagaimana dengan warga luar yang datang ke sekitar Kali Item?
“Awal-awal tuh pasti akan keganggu banget bau nyengat di sini," lanjut pria asli Jakarta itu.
Petugas PPSU membersihkan waring Kali Item (Putera/Okezone)
Inilah yang dikhawatirkan banyak pihak mengingat Jakarta akan jadi pusat perhatian dunia saat Asian Games. Tamu dari berbagai negara akan datang, jika mereka tak nyaman maka Indonesia bisa malu. Harga diri bangsa dipertaruhkan di sini.
Waring
Pemprov DKI Jakarta memasang jaring hitam atau waring sepanjang 680 meter di atas Kali Item dengan anggaran Rp580 juta. Tujuannya untuk menekan penguapan dan meminimalisasi bau. Di atas waring juga dipasang lampu hias.
Langkah itu oleh sebagian pihak dianggap bukan menyelesaikan masalah. Pemimpin DKI, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno jadi sasaran kritik.
“Filosofi menutup Kali Item dengan kain item itu harusnya belajar dari filosofi kentut. Meski pake celana itam kalau kentutnya bau tetap akan bau,” kata warga Jakarta juga penyanyi jazz, Tompi melalui akun Twitternya.
Nongkrong di Kali Item (Putera/Okezone)
“Kali item bukannya dibersihin malah ditutup jaring item, semacam disuruh nyapu sama emak, kotorannya bukan dibuang tapi diumpetin di bawah karpet,” kritik Daraprayoga, netizen lainnya.
Gubernur Anies Baswedan mengatakan Kali Sentiong punya masalah polusi cukup tinggi, terlebih saat kali menguap pada sore. “Maka aroma dari sungai itu terembus angin dan tercium di lingkungan.”
Pemasangan waring di Kali Item, kata dia, hasil diskusi dengan pakar. Tujuannya untuk menekan penguapan sehingga bau berkurang dan tidak terjadi proses evaporasi.
Selain waring, Kali Item juga dipasang plasma nano bubble untuk menghilangkan bakteri dan disemprot cairan mikroba pengusir bau.
Pengamat lingkungan, Nirwono Joga menilai langkah-langkah itu kurang efektif. Harusnya Kali Item dibersihkan dulu. "Menjaga kebersihan kali ada atau tidak ada Asean Games harus dilakukan terus-menerus oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selama masih ada waktu sebenarnya warga bisa diajak gotong royong untuk membersihkan kalinya," katanya kepada Okezone.
Wisma Atlet samping Kali Sentiong (Putera/Okezone)
Ketua DPR DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi meminta eksekutif serius menangani Kali Item. “Jangan cuma bagus di luar dalamnya rusak," ujarnya.
Disorot Media Asing
Kontroversi soal Kali Item bukan hanya heboh di dalam negeri, tapi juga tersebar ke dunia setelah media asing Channel News Asia memberitakannya.
"Jakarta covers up 'stinky, toxic' river near Asian Games village (Sungai yang berbau dan beracun di Jakarta dekat kompleks Asian Games ditutup jaring),” tulis media berbasis di Singapura itu.
Dosorot media asing, Anies menyalahkan pemberitaan media nasional. "Bila teman-teman ambil sisi suram, itulah yang diikuti oleh media internasional. Bila media lokal ambil sisi cerah, itu pula yang juga akan diambil."
Kali Item saat malam (Putera/Okezone)
Wakilnya Sandiaga Uno tak mempermasalahkan sorotan media asing. Dia mencontohkan Rusia yang menjelang Piala Dunia 2018 juga banyak disorot, tapi sukses menyelenggarakan even sepakbola terakbar sejagad.
“Kita akan tunjukkan ke media asing bahwa ini Asian Games terbaik,” ujar Sandi. “Kita ini bangsa besar.”
Pemerintah pusat akhirnya turun tangan menangani Kali Item. Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane Ditjen Sumber Daya Air. Bersama Dinas PU DKI, mereka mengurangi bau dengan menggelontorkan air Kali Sentiong dan membuka pintu air Gang Kelor (PA Sentiong)
“Disamping itu secara paralel juga dilakukan upaya mengalihkaan aliran air Kali Item ke Kali Sunter dengan cara dipompa, sehingga mengurangi debit air kotor yang masuk ke kali Sentiong,” tulis akun Instagram @kemenpupr.
“Upaya rekayasa aliran dengan menggunakan 5 mobil pompa berkapasitas masing-masing 160 liter/detik dari BBWS Ciliwung-Cisadane dan 6 mobil pompa berkapasitas 250 liter/detik dari Dinas PU DKI. Diharapkan upaya ini pun memberikan dampak yang berarti dalam pengurangan bau di Kali Sentiong dan Kali Item.”
Saing Menyalahkan
Anies Baswedan mengatakan masalah Kali Item adalah warisan pemerintah sebelumnya. "Ini adalah masalah yang sudah menahun dan di masa-masa lalu tidak diselesaikan. Jadi, kami terima warisan masalah ini.”
Pemasangan waring Kali Item (Arif/Okezone)
Netizen mengklaim bahwa masa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memimpin DKI, Kali Item lebih bersih. Foto-foto Kali Item yang bersih dan diklaim era Ahok beredar di media sosial.
“Kali item (Sentiong) yang dulu dipenuhi sampah bisa dibersihkan Pemprov DKI era Ahok/Djarot. Seharusnya peninggalan yang positif ini bisa diteruskan gubernur sekarang, tapi sayang alih-alih meneruskan, Anies justru ngeles dan menyalahkan pendahulunya, kata Daniel seorang warganet melalui akun Twitter.
Sandiaga Uno sempat ingin menghentikan operasi pembuat tempe dan tahu di sekitar Kali Item. “Mereka diminta untuk setop berproduksi dan dicarikan solusi lain supaya tidak melimpahkan atau membuang limbahnya ke Kali Sentiong," katanya di kawasan Monas.
Pernyataannya diprotes para pembuat tempe dan tahu. Anies lalu mengklarifikasinya dan menegaskan pemprov tak melarang mereka berproduksi. “Usaha boleh jalan, tapi limbahnya dikelola jangan dibuang ke sungai.”
Prasetio Edy meminta semua tak saling menyalahkan soal Kali Item. Pemerintah diminta fokus saja menanganinya dengan efektif. Dia menyarankan Kali Sentiong dikeruk.
Disarankan Keruk
Pengamat perkotaan, Yayat Supriatna juga sepakat pengerukan adalah cara efektif menangani masalah bau Kali Item. Terus kalau hanya memasang waring dan menyemprot mikroba?
"Ini hanya untuk langkah darurat jangka pendek, bukan jangka panjang solusinya," tutur kepada Okezone.
Kali Item yang bentuknya menikung kerap membuat aliran air tertahan dan mengendap sehingga harus dikeruk. “Kalau mengendap lumpur tidak dikeruk baunya akan terus ada."
(Salman Mardira)