WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) menyatakan tidak terlibat dalam ledakan drone yang diduga sebagai upaya pembunuhan terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro pada Sabtu. Maduro tengah berpidato dalam sebuah acara militer di Caracas ketika drone tersebut meledak dan melukai sedikitnya tujuh tentara.
"Saya dapat mengatakan dengan tegas tidak ada keterlibatan pemerintah AS dalam hal ini sama sekali," kata Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, John Bolton dalam wawancara dengan Fox News sebagaimana dilansir Reuters, Senin (6/8/2018).
"Insiden itu bisa menjadi banyak hal, mulai dari dalih yang dibuat oleh rezim Maduro sendiri sampai hal lainnya," kata Bolton lagi.
"Jika pemerintah Venezuela memiliki informasi nyata yang ingin mereka tunjukkan kepada kami yang akan menunjukkan potensi pelanggaran hukum kriminal AS, kami akan menyelidikinya secara serius," tambahnya.