BEIJING – Pemerintah China menyerukan kepada Amerika Serikat (AS) untuk segera membebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Desakan ini muncul setelah Washington melancarkan serangan militer besar-besaran di ibu kota Caracas serta wilayah lainnya, dan menculik pemimpin negara tersebut.
Pada Minggu (4/1/2026) melansir Aljazeera, Beijing menegaskan bahwa keselamatan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, harus menjadi prioritas utama.
China juga meminta AS untuk "berhenti menggulingkan pemerintah Venezuela" dan menyebut serangan tersebut sebagai "pelanggaran nyata terhadap hukum internasional."
Pernyataan ini merupakan sikap resmi kedua yang dikeluarkan China sejak Sabtu, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Washington telah menangkap Maduro beserta istrinya dan menerbangkan mereka keluar dari Venezuela.
Sebelumnya pada Sabtu, Beijing mengecam AS atas "tindakan hegemonik" dan "penggunaan kekuatan secara terang-terangan" terhadap Venezuela dan presidennya. China mendesak Washington untuk mematuhi piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
(Arief Setyadi )