nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ritech Expo 2018: LAPAN dan ORARI Kenalkan Satelit LAPAN-A2/ORARI (IO86)

Fahmi Firdaus , Jurnalis · Senin 13 Agustus 2018 12:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 13 1 1935760 ritech-expo-2018-lapan-dan-orari-kenalkan-satelit-lapan-a2-orari-io86-q3GFX3qmps.jpg Foto: Kemristekdikti

PEKANBARU – Salah satu rangkaian acara dalam menyambut Hari Teknologi Nasional ke-23 adalah seminar “BimTek Komunikasi melalui satelit LAPAN-A2/ORARI (IO86) amatir radio yang menggunakan radio genggam” oleh LAPAN dengan menggandeng ORARI. Seminar tersebut dilangsungkan pada hari ke-2 Ritech Expo 2018, Sabtu (11/8).

Seminar yang diikuti oleh sekitar 80 orang peserta dari mahasiswa perguruan tinggi di daerah Riau itu dilaksanakan di Komplek Rumah Gubernur Provinsi Riau.

kem

Kepala Bagian Publikasi dan Dokumentasi Kemenristekdikti Dadan Nugraha, mengaku bangga sebab Indonesia telah berhasil meluncurkan satelit komunikasi yang dapat digunakan rakyat Indonesia bahkan negara lainnya. Dadan juga mengucapkan terimakasih kepada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang telah berkontribusi dalam Ritech Expo tahun ini.

“Indonesia patut bangga karena mampu membuat satelit komunikasi yang digunakan untuk kita, bahkan negara lainnya. Kita patut bersyukur dan bangga ada satelit karya anak bangsa dan nanti kita akan sama-sama uji coba bagaimana cara membuat peralatan komunikasi yang nanti disambungkan dengan satelit tersebut. Dan kami mewakili Kemenristekdikti dan koordinator Ritech Expo mengucapkan terimakasih kepada LAPAN atas partisipasinya dalam acara ini,” ujarnya Dadan.

Di tempat yang sama, Kepala Humas LAPAN Jasyanto menambahkan, tujuan seminar ini yaitu memperkenalkan satelit Lapan A2/orari amatir menggunakan radio genggam kepada para mahasiswa dan juga berharap agar mahasiswa dapat memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Disini kita akan praktik dengan antena dan melalui gelombang fisika, dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya yaitu dapat berkomunikasi dari luar daerah,” jelasnya.

Menurutnya, tujuan penggunaan utama dari satelit LAPAN-A2 adalah sebagai alat mitigasi bencana dengan menggunakan sistem komunikasi.

“Satelit ini diharapkan dapat digunakan saat terjadi bencana, seperti banjir, kebakaran, gempa dan lain sebagainya. Karena pada saat terjadi bencana, seluruh alat komunikasi tidak dapat digunakan dan listrik padam. Dengan adanya satelit ini mampu menjadi jembatan komunikasi, dan satelit inipun bergerak dan mengelilingi Indonesia 14 kali dalam sehari,” ungkapnya.

Acara bimtek ini menjadi ajang implementasi gelombang radio dan frekuensi yang selama ini sulit dibuktikan dan membuktikan teori yang didapat di kelas dalam pelajaran fisika, elektronik, serta komunikasi dengan cara merakit suatu antena dan diujicobakan ke satelit buatan anak bangsa yaitu satelit LAPAN A2 Orari.

“Saya ucapkan terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan materi ini dengan harapan adik-adik disini dapat menjadi peneliti, perekayasa dibidang penerbangan dan antariksa, dan menjadi bagian dari LAPAN,” tutupnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini