Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tim Amirul Hajj 2018 Pastikan Penyelenggaraan Ibadah Haji Berjalan Lancar

Rizka Diputra , Jurnalis-Senin, 13 Agustus 2018 |14:46 WIB
Tim Amirul Hajj 2018 Pastikan Penyelenggaraan Ibadah Haji Berjalan Lancar
A
A
A

JEDDAH – Untuk mengawasi dan memastikan penyelenggaraan pelayanan ibadah haji tahun 2018 berjalan lancar, Deputi Bidang Pendidikan dan Agama Kemenko PMK yang juga anggota Amirul Hajj 2018, Prof. Dr. HR Agus Sartono menjalankan kunjungan kerjanya di Jeddah, Arab Saudi.

Agus bersama Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin dan rombongan delegasi Amirul Hajj lainnya meninggalkan Tanah Air pada 11 Agustus 2018 lalu. Tiba di Jeddah, rombongan langsung menyaksikan bagaimana kloter haji yang tiba bersamaan satu pesawat tidak perlu lagi menunggu koper. Proses keimigrasian pun berjalan lanjar dan hanya membutuhkan waktu satu jam. Padahal dalam penyelenggaraan sebelumnya, jamaah haji harus mengantri antara 4-5 jam.

Dari Jeddah rombongan langsung menuju Makkah. Sambil menjalankan ibadah umroh, Agus mendengarkan kesan yang sangat positif dari jamaah haji Indonesia terkait hotel, makanan serta sarana transportasi. Diharapkan mereka, semoga hingga kepulangan kloter terakhir kondisi baik itu berjalan lancar. Di Makkah pula, dilangsungkan Rakor Tim Haji di Dakker Mekkah tanggal 12 Agustus 2018.

Rapat dipimpin oleh Menteri Agama selaku Amirul Hajj diikuti seluruh Anggota Amirul Hajj; Dubes RI untuk Kerajaan Arab Saudi; Dirjen Haji Kemenag; Irjen Kemenag; Pejabat Eselon 2 Ditjen Haji Kemenag; Konjen RI di Jeddah; Serta seluruh Tim Penyelenggara Haji Indonesia.

Dirjen Haji Kemenag RI melaporkan bahwa hingga tanggal 12 Agustus 2018 telah tiba 437 Kloter dari 511 Kloter dengan jumlah jamaah haji 175.923 orang disertai petugas sebanyak 2.185 orang. Profil jamaah menunjukkan bahwa 27.9% ibu rumah tangga, 21.2% PNS, 30,4% Swasta/pedagang, selebihnya petani/nelayan dan lainnya. Sementara itu 65,5% jamaah haji dari Jatim; Jateng; Jabar dan DKI Jakarta.

Amirul Hajj 2018

Sedangkan sisanya dari luar Jawa. Dilihat dari usia, 35,2% jamaah haji berusia antara 51-60 tahun; 26,7% berusia 41-50 tahun; 23,6% berusia 61-74 tahun, 11,0% berusia dibawah 40 tahun dan 3,5% berusia diatas 74 tahun. Ditambahkan bahwa masa tunggu terlama di Kabupaten Bantaeng dimana antrian calon jamaah haji mencapai 39 tahun. Kabupaten Wajo dan Pinrang calon jamaah haji harus menunggu hingga 26 tahun.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement