Hingga tanggal 12 Agustus 2018, Tim Kesehatan melaporkan bahwa terdapat 54 jamaah meninggal dunia. Angka ini turun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 sebanyak 68 orang. Pemerintah berharap tren perbaikan ini terus berlanjut hingga pasca Armina kelak.
Pemerintah memang berkomitmen, penyelenggaran haji senantiasa terus ditingkatkan kualitasnya. Sebagai contoh pengawasan kualitas makanan dilakukan secara ketat. Terjadi dua kasus Pengawas dan Baladiah menemukan bahan baku daging dan ayam yang tidak memenuhi standar, lalu dibuang. Perusahaan penyedia pun kemudian diberikan sanksi.
Begitu juga ada dapur yang disegel karena tidak memenuhi syarat ketentuan. Misalnya, suhu makanan yang tidak sesuai juga turut diawasi, bahkan ada yang disita dan perusahaan penyedia catering harus mengganti makanan yang suhunya tidak memenuhi standar. Langkah-langkah tersebut menunjukan bahwa berbagai masukan, saran dan perhatian dari Menko PMK saat mengadakan Rakor Persiapan bersama Menteri Agama dan Menteri Kesehatan bulan April 2018 benar-benar dilaksanakan.
Rencananya, Agus Sartono bersama rombongan Amirul Hajj lainnya senin pagi dijadwalkan akan melaksanakan peninjauan mendampingi Menteri Agama di berbagai fasilitas pelayanan haji 2018. Dari Mekkah, Agus menegaskan, bahwa perbaikan penyelenggaraan haji dari tahun ketahun selalu mengalami peningkatan. Hal ini bisa dilihat dari indeks kepuasan pelayanan haji yang terus meningkat.
(Rizka Diputra)