nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ustaz Evie Effendi Sudah Minta Maaf, MUI Berharap Polemik Disudahi

Oris Riswan, Jurnalis · Senin 13 Agustus 2018 18:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 13 525 1935951 ustaz-evie-effendi-sudah-minta-maaf-mui-berharap-polemik-disudahi-gPJedKLSp4.jpg Ustaz Evie Effendi (Youtube)

BANDUNG - Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengambil langkah untuk menyikapi kasus 'keseleo lidah' yang diungkapkan Ustaz Evie Effendi. Sebagai diketahui, dalam salah satu ceramahnya, Ustaz Evie menyebut Nabi Muhammad SAW sempat tersesat sebelum menjadi nabi.

Ustadz Evie pun diundang pengurus MUI Jawa Barat ke kantornya di Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Senin (13/8/2018) siang. Hal itu sengaja dilakukan untuk mendengar penjelasan langsung dari Ustadz Evie soal polemik yang terjadi.

"Kita mengundang dia untuk minta tabbayun sehingga pernyataan dia yang sebenarnya katanya sudah lama," kata Ketua Umum MUI Jawa Barat Rachmat Syafe'I saat dihubungi Okezone.

Dalam penjelasannya, Ustaz Evie mengatakan ceramah itu dilakukan sekira Februari lalu di salah satu masjid di Kabupaten Bandung. Pernyataannya kemudian menjadi viral dan menuai polemik.

Meski begitu, Ustaz Evie menyampaikan permohonan maafnya secara terbuka kepada MUI, ormas Islam, dan seluruh umat muslim. Ia sadar akan kesalahannya.

"Poinnya, Ustaz Evie menyatakan mohon maaf atas kekeliruannya, atas kejadian itu," ungkap Rachmat.

Pihak MUI pun sudah tidak mempermasalahkan kasus tersebut, apalagi permintaan maaf sudah disampaikan secara terbuka. Bahkan sebelum di Kantor MUI Jawa Barat, beberapa hari lalu Ustaz Evie sudah memohon maaf yang diunggah melalui akun Youtube dan media sosialnya.

Rachmat pun berharap polemik yang ada disudahi. Ia ingin suasana kembali dingin meski sempat ada pihak-pihak yang merasa 'panas'.

"Sudahlah, kembali tenang. Ini kejadiannya Februari, tapi baru diramaikan sekarang. Umat Islam jangan terpancing. Ini sudah selesai," tuturnya.

"Kalau pandangan kami, ada kekeliruan, dia juga menganggap itu sebuah kekeliruan. Tapi semua ini sudah selesai dari pandangan kami," jelas Rachmat.

Disinggung soal pelaporan yang dilakukan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ke Polda Jawa Barat, ia berharap laporan itu tidak berlanjut. Tapi, ia menyerahkan kembali keputusan kepada pelapor.

"MUI tidak memiliki kewenangan untuk (meminta dicabutnya pelaporan) perkara ini. Kalau indIvidu itu haknya dia, biar nanti dia selesaikan. Tapi secara umum kami berharap ini clear lagi," tandas Rachmat.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini