TANGSEL - Pemilihan Presiden (Pilpres) baru memasuki tahap awal, namun "perang" yang terjadi di media sosial mulai marak. Unggahan-unggahan provokatif dan menjatuhkan mulai bertebaran.
Ikatan Alumni Nahdlatul Ulama Al-Azhar Mesir (IKANU) mengimbau masyarakat mengedepakan politik kasih sayang (rahmah). Sebagaimana, di ranah media sosial, kedua kubu mulai bertarung keras dengan melempar argumen yang justru cenderung menjatuhkan dan provokatif.
Sekjen IKANU, Dr. HM. Anis Mashduqi, mengamati, usai pendaftaran bakal capres-cawapres perilaku masyarakat Indonesia khususnya di dunia maya sangat memperihatinkan. Ia mencontohkan KH. Ma'ruf Amin sudah mulai diserang personal seperti usia dan status keulamaannya. Hal ini akan sangat potensial memicu politik kebencian antar sesama anak bangsa dan adu domba.
“Harusnya masyarakat lebih mengedepankan dukungan dengan urun rembug gagasan besar pembangunan Indonesia, bukan malah menyerang personal,” tuturnya.

IKANU Al-Azhar meminta semua elite membantu mendinginkan suasana agar serangan personal dapat dihentikan. Kontestasi pilpres harusnya membuat masyarakat kita menjadi lebih maju, beradab dan bermartabat.
“Jangan sampai kontestasi pilpres justru merusak sendi-sendi kebangsaan dan akhlak masyarakat kita yang sebagian besar adalam muslim. Ini pertaruhan bangsa sejauh mana masyarakat dewasa menghadapi sebuah momentum politik,” tambahnya.
(Khafid Mardiyansyah)