PROBOLINGGO - Kepolisian akhirnya menghentikan penyelidikan viralnya peserta karnaval TK yang berpakaian cadar dan membawa replika senjata. Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan sudah menghentikan penyelidikan karena tak ada unsur pelanggaran hukum.
"Iya sudah kita stop," ujar Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal, saat dihubungi okezone, Senin pagi (20/8/2018).
Penghentian itu dilakukan, karena pihak kepolisian telah melakukan pemanggilan kepada semua pihak baik ketua panitia karnaval maupun kepala sekolah TK tersebut. Pihaknya juga melakukan penelusuran video yang pertama kali diunggah di media sosial tersebut.
Dari hasil penelusuran video yang diunggah tidak utuh karena ada beberapa bagian yang terpotong. "Kami cari unggahannya lalu kami coba untuk melihat, mengecek, ternyata ini sepotong. Maka ternyata ini lho yang sebenarnya seperti ini yang utuh," lanjutnya.
Alfian menambahkan, para murid TK tersebut sebenarnya juga membawa atribut bendera merah putih yang dikibarkan oleh anak-anak. "Ada bendera merah putihnya dikibarkan, dibawa oleh anak-anak. Jadi perempuan yang berhijab menggunakan cadar ceritanya pasukan pengawal raja, begitu," terang Alfian.
Pihak TK Kartika V Kota Probolinggo selaku pihak yang mengenakan kostum karnaval kontroversi tersebut pun sudah meminta maaf ke publik melalui sang kepala sekolahnya.
"Kami meminta maaf karena penggunaan atribut itu merefleksikan perjuangan Rasulullah, dan tidak ada maksud mengarah ke simbol-simbol radikalisme," jelas Kepala Sekolah TK Kartika V, Hartatik.
Sebelumnya kostum TK Kartika V Kota Probolinggo saat karnaval peringatan HUT Republik Indonesia ke-73, pada Sabtu pagi 18 Agustus 2018, memicu kontroversi karena mengenakan pakaian muslimah hitam lengkap dengan hijab, cadar, dan membawa replika senjata dan pedang. Sebagian masyarakat beranggapan kostum tersebut mengarah ke gerakan radikalisme.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.