Kemenag RI menjelaskan bahwa perbedaan penetapan Idul Adha misalnya antara Indonesia dan Arab Saudi terjadi karena ada perbedaan mathla’ atau tempat terbitnya bulan baru atau hilal.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, A Juraidi mengatakan bahwa posisi geografis Indonesia di sebelah timur Arab Saudi. Secara waktu, matahari terbenam lebih dulu di Indonesia.
"Posisi hilal akhir Dzulqa'dah 1439H di Indonesia masih berada di bawah ufuk, sehingga tidak bisa dirukyat (dilihat)," ujar Juraidi seperti dikutip Okezone dari laman resmi Kemenag, Selasa (21/8/2018).
"Berdasarkan data hisab, posisi hilal akhir Dzulqa'dah 1439H di Indonesia berkisar antara minus 1 derajat 43 menit sampai 0 derajat 14 menit," sambungnya.
Untuk itu, lanjut Juraidi, bulan Dzulqa'dah digenapkan 30 hari sehingga 1 Dzulhijjah bertepatan 13 Agustus 2018.
Lantas, bagaimana posisi hilal saat terbenamnya matahari di Arab Saudi? Juraidi menjelaskan bahwa matahari di Saudi terbenam sekitar empat jam lebih lambat di banding Indonesia.