nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemuda Muhammadiyah: Azan Perlu Pengeras Suara!

Antara, Jurnalis · Jum'at 31 Agustus 2018 16:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 31 337 1944229 pemuda-muhammadiyah-azan-perlu-pengeras-suara-43zA3SSsSO.jpg Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak (Foto: Okezone),

JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, azan di masjid dan musala memerlukan pengeras suara karena merupakan penanda waktu dan panggilan untuk melaksanakan salat.

"Azan kan sehari hanya lima kali, tidak terus menerus. Sebagai panggilan salat, azan memang perlu pengeras suara," katanya saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (31/8/2018).

 Masjid

Menanggapi Instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Islam Nomor KEP/D/101/1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Musala yang kembali mengemuka, ia menegaskan, pengaturan pengeras suara untuk kegiatan masjid selain azan tidak ada masalah.

"Kalau pengaturan pengerasan suara untuk di luar azan agar tidak mengganggu warga sekitar yang bukan Muslim, saya kira tidak masalah," ujarnya.

Instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Islam Nomor KEP/D/101/1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Musala kembali mengemuka setelah terjadi polemik terkait pengeras suara di masjid dan musala.

Instruksi tersebut memperbolehkan pengeras suara luar digunakan untuk azan sebagai penanda waktu salat, sedangkan pengeras suara dalam untuk doa dengan syarat tidak meninggikan suara.

Penggunaan pengeras suara baik untuk azan maupun doa harus mengutamakan suara yang merdu dan fasih serta tidak meninggikan suara.

Instruksi tersebut juga lebih terperinci mengatur penggunaan pengeras suara pada waktu-waktu tertentu.

Saat salat subuh, pengeras suara diperbolehkan digunakan paling awal 15 menit sebelum waktunya. Pembacaan Alquran dan azan menggunakan pengeras suara luar, sedangkan salat kuliah subuh dan sebagainya menggunakan pengeras suara dalam.

 Masjid

Saat Salat Asar, Magrib dan Isya, dianjurkan pembacaan Alquran lima menit sebelum azan. Kumandang azan menggunakan pengeras suara dalam dan luar, setelahnya hanya menggunakan pengeras suara ke dalam.

Saat Salat Zuhur dan jumat, bacaan Alquran dan azan menggunakan pengeras suara luar lima menit menjelang waktu zuhur dan 15 menit menjelang waktu jumat. Salat, doa, pengumuman dan khotbah menggunakan pengeras suara dalam.

Saat Ramadan dan dua hari raya, takbir Idul Fitri dan Idul Adha menggunakan pengeras suara keluar. Tarhim doa dengan pengeras suara ke dalam, sedangkan tarhim dzikir tidak menggunakan pengeras suara.

Pembacaan Alquran saat Ramadan, baik siang dan malam, boleh menggunakan pengeras suara dalam.

Upacara hari besar dan pengajian menggunakan pengeras suara dalam, kecuali pengunjung atau jamaah meluber sampai keluar masjid atau musala.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini