nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kerap Ditolak, Ustaz Abdul Somad Batalkan Ceramah di Sejumlah Daerah Berikut

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 03 September 2018 00:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 02 337 1944993 kerap-ditolak-ustaz-abdul-somad-batalkan-ceramah-di-sejumlah-daerah-berikut-Y27NvOv1Di.JPG Ustaz Abdul Somad. (Foto: Instagram)

JAKARTA - Kerap mendapat ancaman, intimidasi dan pembatalan ketika ingin menyampaikan tausiah di beberapa daerah seperti di Grobogan, Kudus, Jepara dan Semarang membuat Ustaz Abdul Somad (UAS) akhirnya membatalkan rencana ceramah dalam tiga bulan ke depan di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Ustaz yang namanya kian melejit itu membatalkan ceramah di Malang, Solo, Boyolali, Jombang dan Kediri pada bulan September. Selanjutnya, di bulan Oktober ia mengurungkan niat untuk ceramah di Yogyakarta. Terakhir, ia terpaksa menunda janji dengan Ustaz Zulfikar di Jawa Timur pada Desember.

Ustaz Abdul Somad menerangkan alasan pembatalan itu. Kata dia, pihaknya tak ingin membuat panitia terbebani lantaran adanya penolakan dari berbagai pihak atas kunjugannya. Ia juga memperhatikan kondisi psikologis dari para jamaahnya.

Foto: Instagram

"Mohon maaf atas keadaan ini, harap dimaklumi, dan mohon doakan selalu. Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh," kata Abdul Somad di akun Intagram yang dilihat Okezone, Senin (3/9/2018).

Sebelumnya, rencana kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Pondok Pesantren Alhusna Mayong, Jepara, Jawa Tengah menuai kontroversi. Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama menilai kedatangan pendakwah yang tenar melalui Youtube tersebut rawan ditunggangi oleh kelompok organisasi yang telah dibubarkan oleh pemerintah.

"Berkaitan dengan rencana kedatangan UAS di Pondok Pesantren Alhusna Mayong Kabupaten Jepara pada 1 September 2018, kami menilai bahwa UAS hanya dijadikan domplengan belaka oleh ormas yang telah dibubarkan pemerintah," kata Ketua PC GP Ansor Kabupaten Jepara, Syamsyul Anwar, dalam keterangan tertulis, Kamis 30 Agustus 2018.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini