di Perbatasan " />
SEOUL – Korea Utara dan Korea Selatan akan membuka kantor penghubung bersama di sisi utara perbatasan. Rencana yang diungkap oleh pejabat Korea Selatan itu memunculkan harapan akan adanya kemajuan dalam pembicaraan mengenai denuklirisasi dalam KTT antar-Korea pekan depan.
Kantor penghubung bersama itu dilihat sebagai sebuah permulaan dari kedutaan de facto, yang merupakan langkah maju ke arah kerja sama antara kedua Korea.
BACA JUGA: Pemimpin Korsel dan Korut Akan Kembali Bertemu dalam KTT di Pyongyang Bulan Ini
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in akan menggelar pertemuan ketiga mereka tahun ini di Pyonyang pekan depan. Pertemuan itu diharapkan dapat membantu menyelesaikan kebuntuan dalam proses perundingan antara Korea Utara dengan Amerika Serikat (AS).
Pemerintah Korea Selatan sebenarnya berharap kantor penghubung itu dibuka pada Agustus, tetapi rencana itu tertunda karena terhambatnya pembicaraan denuklirisasi antara AS dan Korea Utara. Namun, dalam pesan yang dikirimkan kepada utusan Korea Selatan pekan lalu, Kim Jong-un mengatakan bahwa dia berharap bisa mencapai kesepakatan dalam denuklirisasi pada masa pemerintahan Trump yang pertama.
Pesan itu dikirimkan Kim setelah dia mengirimkan surat kepada Trump yang meminta dilakukannya pertemuan lain untuk membangun kembali harapan kemajuan dalam negosiasi denuklirisasi.
“Kedua Korea sebelumnya berkomunikasi melalui faks dan saluran telepon khusus, yang kadang-kadang terputus ketika hubungan antar Korea memburuk, tetapi sekarang akan dapat "berkomunikasi 24 jam, 365 hari",” kata Juru Bicara Kementerian Unifikasi Korea, Baek Tae Hyun mengenai kantor penghubung itu pekan ini sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (14/9/2018).