Saat ini, lanjut Bima, baru sekitar 10 unit angkot modern yang sudah memenuhi persyaratan seperti status pengonversian tiga angkot konvensional menjadi dua angkot modern dan surat jalan angkot modern tersebut. Persyaratan tersebut diajukan ke Dishub Kota Bogor dan Kepolisian Resor Kota Bogor.
"Realisasi target pengoperasian 25 angkot modern pada akhir September 2018 tergantung pihak dari Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (Kodjari). Kami terus mendorong badan hukum yang mengelola pengonversian angkot konvensional ke modern itu segera melengkapi persyaratan terkait," ungkap Bima.
Target itu sebagai tahap awal program konversi angkot untuk mengurangi kemacetan di jalanan pusat Kota Bogor. Bima menargetkan jumlah angkot di Kota Bogor bisa berkurang signifikan tiga tahun ke depan.
"Kami minta komitmennya saja. Pasti setelah ini mereka tidak akan ngetem. Untuk penghasilan para supir angkot yang mengkonversi tidak berkurang karena diberdayakan secara bergantian," tutup Bima.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.