nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Ruang Sidang Jamaah Teriaki Bos Abu Tours: Penipu!

Herman Amiruddin, Jurnalis · Rabu 19 September 2018 14:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 19 340 1952652 di-ruang-sidang-jamaah-teriaki-bos-abu-tours-penipu-pxLs6O6NqF.jpg Foto: Okezone

MAKASSAR - Terdakwa CEO Abu Tours Muh Hamzah Mamba alias Abu Hamzah digiring ke kursi pesakitan untuk menjalani sidang perdana kasus dugaan penipuan, penggelapan, serta pencucian uang jemaah, di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan. Persidangan Hamzah Mamba diawali dengan keriuhan oleh para jamaah yang ikut hadir.

Saat memasuki ruang sidang, sejumlah jamaah yang sedari tadi menunggu langsung meneriaki Hamzah yang mengenakan rompi merah Kejari Makassar. Ratusan jamaah ini perwakilan agen dan jemaah ABU Tours yang mendatangi gedung pengadilan sejak pagi hari.

Saat Hamzah memasuki ruang sidang, para jamaah spontan langsung berteriak. Mereka menyoraki Hamzah dengan beragam kalimat cacian.

"Kembalikan uang kami. Kau penipu. Hukum seberat-beratnya. Hukum mati saja pak hakim," teriah salah satu jamaah yang hadir.

 abu

Pantauan Okezone di persidangan, terdakwa Hamzah disidangkan dengan agenda pembacaan dakwaan. Sidang yang dipimpin oleh ketua Majelis hakim Lumban Tobing berlangsung di ruang sidang Purwoto Gandasibrata dimulai pukul 13.33 Wita.

Hamzah Mamba diajukan ke pengadilan dengan dakwaan merugikan 96.976 calon jemaah umrah dari 16 provinsi. Dia diduga menyelewengkan uang setoran umrah senilai Rp1,2 triliun lebih, karena tidak memberangkatkan jamaah.

Saat sidang dimulai dan menghadirkan Muh Hamzah ratusan jamaah kembali meneriaki Hamzah. Sidang kemudian dilanjutkan setelah jamaah kembali tenang. Selanjut proses sidang berjalan dengan mendengar dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam dakwaan JPU menyatakan bahwa terdakwa secara bersama-sama dengan Muh Kasim, Chaeruddin M Latang dan Istri Bos Abu Tours Nursyahria alias Ria melakukan maupun turut serta melakukan, pada hari dan tanggal yang tidak dapat ditentukan dengan pasti antara tahun 2012 sampai dengan bulan Maret 2018.

 abu

"Ketiganya diajukan sebagai tersangka dalam berkas perkara terpisah), baik sebagai orang yang melakukan maupun turut serta melakukan, pada hari dan tanggal yang tidak dapat ditentukan dengan pasti antara tahun 2012 sampai dengan bulan Maret 2018," baca JPU

Kata JPU, setidak-tidaknya pada waktu-waktu lain dalam tahun 2012 sampai dengan Maret 2018, bertempat di kantor pusat PT. Amanah Bersama Umat (PT. Abu Tours) di Jalan Baji Gau Nomor 32i, Kota Makassar. Pengadilan Negeri Makassar berwenang mengadilinya karena merupakan tempat terdakwa bertempat tinggal, berdiam terakhir, tempat terdakwa ditemukan atau ditahan, dan tempat kediaman sebagian besar saksi yang dipanggil lebih dekat pada tempat pengadilan negeri.

"Seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain yaitu para calon jamaah umrah sebanyak lebih kurang 96.976 (sembilan puluh enam ribu sembilan ratus tujuh puluh enam) jamaah yang mendaftarkan melalui PT. Abu Tours dan tidak diberangkatkan, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan, jika antara beberapa perbuatan, meskipun masing-masing merupakan kejahatan, ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut," sambungnya.

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. Atau perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Hamzah Mamba diajukan ke persidangan, usai dilimpahkan dari Polda Sulsel ke Kejaksaan Tinggi Sulsel. Dia dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, 378 KUHP tentang penipuan, serta Pasal 3 Undang-undang nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang. Saat ini sidang masih berlanjut.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini