nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Pengedar Uang Palsu Senilai Rp1,8 Miliar Ditangkap Polisi di Puncak

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Kamis 20 September 2018 23:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 20 338 1953431 3-pengedar-uang-palsu-senilai-rp1-8-miliar-ditangkap-polisi-di-puncak-GIh2sdBeDy.jpg Polisi tunjukan bukti uang palsu yang diedarkan pelaku (Foto: Putra R)

BOGOR - Tiga pengedar uang palsu senilai Rp1,8 miliar dibekuk polisi saat bertransaksi di kawasan Puncak, Cianjur, Jawa Barat. Selain uang palsu rupiah, polisi mendapat satu karton uang palsu dolar AS.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan, penangkapan ketiga pelaku yakni MU (48), HR (48) dan RA (49) berawal dari adanya laporan masyarakat terkait dugaan adanya peredaran uang palsu di wilayah hukum Polsekta Bogor Timur.

Polisi langsung bergerak untuk melakukan penyelidikan terhadap pelaku. Akhirnya, polisi menyamar sebagai pembeli dan bertransaksi di kawasan Puncak, Cianjur, Jawa Barat pada Rabu 19 September 2018 malam.

"Kita dapat tiga orang, satu kabur saat penyergapan," kata Ulung kepada Okezone, Kamis (20/9/2018).

Ilustrasi 

Dari hasil pemeriksaan, ketiga pelaku diketahui mengedarkan uang palsu dengan cara menawarkan uang dari PERURI kepada calon pembeli dengan perbandingan satu uang asli dan dua uang palsu.

Untuk meyakinkan, pelaku membawa contoh uang palsu yang akan ditunjukan ke calon pembeli dengan dalih uanh tersebut mampu lolos dari mesin ATM.

"Jadi, pelaku membawa sampel uang palsu dari PERURI untuk ditunjukan kepada pembelinya kalau uang mereka itu kualitasnya bagus. Bisa lolos dari mesin ATM. Mereka jual satu uang asli pecahan Rp 100 ribu jadi uang palsu Rp 200 ribu," papar Ulung.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak 1.800 lembar dan satu lembar karton uang palsu pecahan 1 dolar AS yang belum sempat digunting.

"Total Rp1,8 miliar uang palsu. Kualitas uang palsu ini memang lebih bagus, dibanding kasus uang palsu yang oernah kita tanganin dulu," jelas Ulung.

 Ilustrasi

Atas perbuatannya, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 36 UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Ketiga pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Satreskrim Polresta Bogor Kota.

"Kita masih dalami kasus ini, karena pelaku masih dalam pemeriksaan. Kami harap, masyarakat untuk berhati-hati apalagi, ini tahun-tahun politik," tutupnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini