Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Aldi "Life of Pi": Diikuti Ikan-Ikan Besar dan Hiu Selama Terhanyut

Subhan Sabu , Jurnalis-Rabu, 26 September 2018 |10:41 WIB
Kisah Aldi
Aldi Novel Adilang, nelayan yang hanyut selama 49 hari di laut. (Foto : Subhan Sabu/Okezone)
A
A
A

MANADO – Aldi Novel Adilang (18) nelayan asal RT 1, Desa Lansa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara yang hanyut di lautan bebas selama 49 hari, tepatnya sejak 14 Juli sampai 31 Agustus 2018. Kisah Aldi yang hanyut itu kerap disamakan dengan novel “Life of Pi”

Aldi mengaku memiliki banyak pengalaman tak terlupakan saat terhanyut di tengah Samudra Pasifik. Aldi mengaku saat terhanyut di kapalnya diikuti oleh kawanan ikan besar yang berenang di bawah rakitnya, termasuk ikan hiu. Hal itu membuatnya ketakutan, meski kawanan ikan besar dan hiu itu tidak mengganggunya.

"Mereka tidak mengganggu, hanya mengikuti saja. Tapi saya di atas rakit tetap saja ketakutan karena besarnya ikan-ikan itu, hanya bisa berdoa, baca Alkitab dan menyanyi lagu-lagu rohani," tutur Aldi kepada Okezone, Rabu (26/9/2018).

Sekadar diketahui, Aldi hanyut ke lautan bebas setelah tali tambatan rompong, sejenis rumah rakit di lautan yang digunakan untuk menangkap ikan itu, putus. Petugas pangkalan dua sempat melakuka tindakan penyelamatan kepada Aldi yang terhanyut.

Namun, karena kencangnya angin selatan yang bertiup waktu itu ditambah dengan tinggi gelombang yang mencapai sekitar 1 meter, membuat petugas penyelamat kesulitan menjangkau Aldi.

Aldi Novel Adilang hanyut di laut 49 hari. (Foto : KJRI Osaka)

Aldi pun hanyut sampai ke perairan Guam selama 49 hari, sebelum akhirnya ditemukan oleh oleh kapal berbendera Panama. Aldi berhasil diselamatkan dan dibawa ke Osaka, Jepang.

Selama hanyut Aldi bertahan selama seminggu dengan bahan makanan yang ada di atas rakit. Selebihnya Aldi terpaksa memancing ikan untuk di makan, minum dari air hujan yang ditampungnya bahkan juga air asin yang diperasnya menggunakan kaos.

(Baca Juga : Aldi Novel Adilang: Lima Kiat Bertahan Hidup di Tengah Laut)

"Bahan makanan yang ada sejak pertama tali putus hanya bertahan seminggu, selanjutnya saya memancing ikan terus, pernah makan ikan mentah, ikan bakar, ikan rebus," ujar Aldi.

Pemuda yang pada 30 September 2018 nanti genap berusia 19 tahun ini akhirnya berhasil diselamatkan dan kini sudah berkumpul kembali bersama keluarganya.

(Baca Juga : Kisah Aldi bak Film: Sebulan Lebih Hanyut di Laut hingga ke Perairan Guam)

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement