nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menlu RI Tegaskan Pentingnya Pelindungan Pekerja Migran Bagi Pembangunan Dunia

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 28 September 2018 18:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 28 18 1957037 menlu-ri-tegaskan-pentingnya-pelindungan-pekerja-migran-bagi-pembangunan-dunia-ec88e5NDtj.jpg Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi. (Foto: Reuters)

NEW YORK – Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menekankan pentingnya perlindungan pekerja migran yang saat ini tidak hanya merupakan isu kemanusiaan tetapi juga isu pembangunan. Pekerja migran telah menjadi salah satu medium pemerataan kesejahteraan dengan pengiriman arus uang mencapai USD466 miliar per tahunnya.

“Perlindungan Pekerja Migran bukan hanya isu kemanusiaan tapi juga isu pembangunan” kata Menlu Retno pada pertemuan High-Level Side Event Road to Marrakech dalam rangkaian pertemuan Sidang Majelis Umum ke-73 PBB di New York.

Menlu RI mengatakan, arus migrasi saat ini menjadi fenomena tak terhindarkan yang memberikan tantangan baru bagi dunia internasional. Negara-negara diminta agar dapat bekerja sama agar arus migrasi dapat menjadi sebuah proses yang positif.

Sehubungan dengan hal tersebut, pendekatan komprehensif harus dilakukan. Menlu RI menyatakan pentingnya tiga hal yang harus diperhatikan sebagai tindakan konsisten, konkret, dan bersama, yaitu: pertama, membentuk sinergi dan kepercayaan antara negara asal, transit dan tujuan migrasi. Kedua, membentuk perjanjian bilateral antar negara yang terlibat untuk perlindungan dan kesejahteraan serta adaptasi budaya, dan yang ketiga menguatkan mekanisme regional dan internasional melalui penguatan peningkatan kapasitas untuk menciptakan migrasi yang aman, teratur dan regular.

Pertemuan Road to Marrakesh menjadi bagian dari rangkaian proses negara-negara untuk negosiasi Global Compact for Safe, Orderly and Regular Migration (GCM) yang direncanakan akan disahkan dalam pertemuan tingkat tinggi di Marrakesh, Maroko. GCM akan menjadi pedoman untuk perlindungan dan pengembangan hak-hak migran, khususnya pekerja migran.

Selain Menlu RI, pertemuan High-Level Side Event Road to Marrakech tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh dunia lainnya seperti Perdana Menteri Maroko, Menteri Imigrasi Kanada, Menlu Brazil, Sekretaris Jenderal PBB dan Direktur Jenderal IOM.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini