JAKARTA - Polisi telah mengantongi identitas penyebar berita bohong atau hoak yang dikait-kaitkan dengan peristiwa gempa dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Pelaku diduga ada empat orang dan sedang diburu oleh aparat kepolsian.
"Kita sedang kejar yang di Majene, kita sudah tahu, ada identitasnya," ungkap Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di Gedung Kemkominfo, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2018).

Sementara Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) merilis informasi hoaks yang beredar menyusul peristiwa bencana gempa dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, diantaranya:
1. Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa Retak.
Faktanya, bendungan Bili-bili masih dalam keadaan aman dan terkendali setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Polsek Mamuju Gowa.
2. Gambar Korban Gempa dan Tsunami
Faktanya foto yang beredar adalah foto kejadian gempa dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 yang disebarluaskan kembali sebagai dokumentasi korban gempa tsunami Palu.
3. Wali Kota Palu Meninggal
Faktanya Wali Kota Palu Hidayat tidak meninggal dan bahkan kini turut melakukan tanggap darurat gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah.
4. Gempa Bumi Susulan
Faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan IPTEK yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho.
5. Gerak Cepat FPI Evakuasi Korban Gempa Palu
Faktanya dalam gambar ini adalah relawan FPI membantu korban longsor di desa Tegal Panjang, Sukabumi.
6. Gambar Mayat Orang yang Minta Gempa
Faktanya gambar itu diambil dari kejadian di Sungai Siak Pekanbaru, Riau
7. Info 2 Oktober Terjadi Gempa Bumi Lagi
Faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan IPTEK yang mampu memprediksi gempa secara pasti
8. Penerbangan Gratis dari Makasar-Palu bagi Keluarga Korban
Faktanya Pesawat Hercules TNI AU menuju ke Palu diutamakan membawa bantuan logistik, Paramedics, obat-obatan, makanan siap saji, dan alat berat. Pemberangkatan dari Palu prioritas untuk mengangkut pengungsi diutamakan lansia, wanita dan anak-anak, serta pasien ke Makasar.
(Baca Juga: Ini 'Teriakan' Relawan Evakuasi Korban Gempa & Tsunami di Palu)
(Khafid Mardiyansyah)