Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Rahman, Menanti Anak dan Cucunya yang Hilang di Pantai Talise Palu

Herman Amiruddin , Jurnalis-Kamis, 11 Oktober 2018 |13:44 WIB
Kisah Rahman, Menanti Anak dan Cucunya yang Hilang di Pantai Talise Palu
Pantai Talise Palu, Sulawesi Tengah (foto: Herman A/Okezone)
A
A
A

PALU - Abdul Rahman (39), warga Donggala, selalu duduk di tepi Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Rupanya, dia menunggu kabar keberadaan anak dan cucunya yang hingga saat ini belum ditemukan pascagempa dan tsunami menerjang Sulteng.

Sejak gempa dan tsunami Jumat 28 September 2018, Rahman belum mendapat kabar tentang keberadaan anak dan cucunya. Saat itu anak dan cucunya berada di Pantai Talise membantu kakak iparnya berjualan.

Pantai Talise Palu, Sulawesi Tengah (foto: Herman/Okezone)	Pantai Talise Palu, Sulawesi Tengah (foto: Herman/Okezone) 

Masing-masing anaknya Riri (19) dan cucunya Fadila (5) serta ipar Riri, yakni Alvita (25) yang juga belum ditemukan hingga hari ke 12 pascagempa dan tsunami.

(Baca Juga: Cerita 18 Jam Pemulihan Navigasi Penerbangan Pasca-Gempa Sulteng) 

Rahman mengatakan, dirinya sempat mendatangi beberapa rumah sakit di hari kedua pascagempa, tapi tak menemukan cucu dan anaknya. Bahkan, keesokan harinya dia kembali mendatangi tempat-tempat pengungsian, namun tetap saja gagal lagi menemukan mereka.

"Dari hari pertama pascagempa saya sisir rumah-rumah sakit, tapi belum ketemu. Saya datangi lihat banyak mayat. Tapi saya tidak menemukannya," kata Rahman kepada Okezone saat ditemui di Pantai Talise, Kamis (11/10/2018).

Dia juga mengaku mendatangi Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu untuk mencari keberadaan anak dan cucunya. Karena saat itu banyak orang-orang mengungsi ke sana. Namun, Rahman kembali gagal.

"Saya datangi semua rumah sakit selama dua hari setelah itu saya sisir ke pengungsian cari sampai bandara. Tapi tidak ada," ungkapnya.

Pantai Talise Palu, Sulawesi Tengah (foto: Herman/Okezone)	Pantai Talise Palu, Sulawesi Tengah (foto: Herman/Okezone) 

Menurut Rahman, anaknya Riri dan cucunya Fadila saat sebelum gempa dia sedang berjualan di Pantai Talise yang sedang ramai pengunjung jelang Festival Nomoni Palu 2018. "Dia biasanya sudah pulang kalau sore. Tapi karena mau ada Festival Nomoni makanya bajualan sampai malam. Setiap sore pulang kalau jualan," urai dia.

(Baca Juga: Pencarian Korban Gempa-Tsunami Sulteng Resmi Dihentikan Mulai Sore Ini) 

Rahman tinggal di Dusun 1 Kelurahan Lalombi Kabupaten Donggala. Warga pendatang asal Sinjai, Sulsel ini tiap hari datang ke Pantai Talise mencari tahu keberadaan anaknya yang hingga kini belum ditemukan.

"Tiap hari saya ke sini pak. Tunggu kabar anak dan cucu saya. Kalau saya orang bugis Sinjai pak. Cuma lama tinggal di Donggala, Sulawesi Tengah," pungkas dia.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement