nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Pastikan Situasi di Palu & Donggala Berangsur Normal

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 13:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 12 337 1963086 polri-pastikan-situasi-di-palu-donggala-berangsur-normal-1KYgDDQYcY.jpg

BOGOR - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Brigjen Dedi Prasetyo memastikan bahwa situasi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), berangsur normal setelah 14 hari peristiwa gempa bumi dan tsunami.

"Palu, Poso dan Donggala, situasi di sana berangsur lebih baik di hari ini. Dapat dilihat dari situasi keamanan bisa dikendalikan aparat polisi yang mengelola keamanan dibantu TNI," kata Dedi di acara Pers Gathering Divisi Humas Polri, Sentul, Jawa Barat, Jumat (12/10/2018).

Dedi menyatakan, sampai saat ini, aparat kepolisian masih melaksanakan tugas pokoknya, yakni, pelayanan, preventif seperti penjagaan, pengawalan. Bahkan, kata Dedi, beberapa sentra pelayanan masyarakat sudah mulai aktif.

"Misalnya seperti SKCK sudah bisa dilayani Polsek, Polres dan Polda. Untuk pelayanan perpanjangan SIM khususnya di Donggala dan Sigi sudah bisa dilaksanakan tapi Palu belum bisa karena faktor peralatan yang rusak," tutur Dedi.

Brigjen Dedi Prasetyo

(Baca Juga: Ketika Prajurit TNI Hibur Anak-Anak Korban Gempa-Tsunami Palu)

Selain itu, Dedi menyebut, roda perekonomian di Palu dan Donggala sampai saat ini sudah mulai berjalan normal. Pasalnya, beberapa pasar dan pusat perbelanjaan yang merupakan tempat perputaran uang sudah aktif.

"Indikator berikutnya terlihat Palu semakin baik roda perekonomian adalah pasar impres kemudian pedagang kelontong sudah buka, pasar tradisional sudah hampir 70-80 persen sudah operasi. Pasar tradisional Donggala dan di Sigi juga mulai buka," papar Dedi.

Dedi menjelaskan, hal itu juga didukung dengan perbaikan sejumlah infrastruktur seperti jalan yang sempat mengalami kerusakan pasca-bencana alam tersebut. Sehingga, beberapa logistik sudah bisa dipasok ke wilayah terdampak.

"Kemudian jalur pasokan buah-buahan, sayur mayur dan pertanian dari Sigi ke Poso dan beberapa kabupaten di Sulteng sudah masuk pasar tradisional. Makanan semakin mencukupi masyarakat Palu," tutup Dedi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini