nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Ingin Rumah Sakit Bertransformasi Jadi Smart Hospital

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 17 Oktober 2018 17:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 17 337 1965319 jokowi-ingin-rumah-sakit-bertransformasi-jadi-smart-hospital-tEO8i84hP8.jpg Presiden RI, Joko Widodo (foto: Biro Pers Kepresidenan)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan era revolusi industri 4.0 kepada para peserta Kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi). Ia pun meminta setiap rumah sakit bisa bertransformasi menjadi smart hospital.

Menurut dia, smart hospital dapat mengantisipasi kecepatan perubahan dunia. Sebab, McKinsey & Company, perusahaan konsultan manajemen multinasional menyebut perubahan era revolusi industri ini 3.000 lebih cepat dari yang pertama. Perubahan itu sebagian sudah terjadi dan akan terjadi dengan sangat cepat.

"Hati-hati RS harus sadar dan mengantisipasi perubahan seperti ini. Iptek juga berubah sangat cepat. Politik, ekonomi, pertanian, pendidikan, termasuk kesehatan dan medis akan berubah sangat cepat, saya pastikan itu," kata Jokowi saat membuka Kongres Persi di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Jokowi kembali menyinggung pengalamannya ke kantor pusat Facebook. Kala itu, Kepala Negara diajak bermain pingpong oleh pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Permainan itu secara virtual, tanpa meja dan bola.

 jokowi

Jokowi juga berbincang dengan Mark Zuckerberg. Dia bertanya apakah permainan virtual ini juga bisa diterapkan dalam permainan sepak bola. Menurut Jokowi, semua permainan virtual itu bisa terjadi karena adanya perubahan yang begitu cepat dari revolusi industri 4.0.

Sehingga, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyakini bahwa revolusi industri 4.0 juga akan terjadi di bidang kesehatan dan medis.

Jokowi juga mencontohkan sudah banyak inovasi yang dilakukan di dunia kesehatan. Salah satunya ada aplikasi khusus untuk anak-anak, ada teknologi 3D printing untuk sel serta penggunaan big data untuk mengindentifikasi penyakit.

"RS harus menjadi smart hospital. Aplikasi seperti ini sangat murah, tidak sampai Rp100 juta membangun sistem bisa," ucap dia.

 jokowi

Namun, lanjut dia, integrasi layanan tersebut harus didukung sumber daya manusia, infrastruktur dan teknologi yang memadai. Dia yakin itu memudahkan pengintegrasian semua pelayanan kesehatan.

Ia menambahkan, bahwa smart hospital di dunia sudah banyak sekali. Contohnya rumah sakit di California, Amerika Serikat, berkolaborasi dengan perusahaan teknologi komputer yang berada di Silicon Valley.

"Saya kira seperti ini akan cepat masuk ke kita, mungkin juga sudah," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini