Air PDAM Dekat Rumah Jokowi di Solo Tiba-Tiba Berwarna Merah Darah

Bramantyo, Okezone · Rabu 17 Oktober 2018 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 17 512 1965171 air-pdam-dekat-rumah-jokowi-di-solo-tiba-tiba-berwarna-merah-darah-uv1pgkFw8s.jpg (Foto: PDAM Solo)

SOLO - Warga seputaran Banyuanyar, Banjarsari mengeluhkan air PDAM yang mengalir ke rumah mendadak berwarna merah.

Lokasi yang terimbas paling parah ada di RT 12 Kelurahan Banyuanyar. Kawasan tersebut persis sebelah utara rumah pribadi Presiden Jokowi.

Agus, salah seorang warga RT 23 Banyuanyar mengungkapkan, kejadian air berwarna merah mulai terjadi tadi malam sekira Pukul 20.30 WIB, Selasa 16 Oktober 2018.

Setelahnya mulai ramai di grup WhatsApp warga. Menurut mereka, meski berwarna merah namun air tersebut tidak berbau sama sekali.

"Kemudian kita laporkan ke PDAM setempat," jelas Agus, Rabu (17/10/2018).

Ilustrasi.(Foto: Ilustrasi)

Humas PDAM Solo, Bayu membenarkan bila air di daerah tersebut sempat berwarna merah seperti darah. Pihaknya langsung mendatangi lokasi di RT 23 Banyuanyar. Saat tim PDAM tiba di lokasi, air PDAM di komplek perumahan tersebut benar-benar berwarna merah seperti darah.

"Setelah melihat langsung, kita cari penyebabnya. Saat itu meski sudah dicari, penyebab air berwarna merah itupun belum ketemu juga. Akhirnya kita lakukan pengurasan. Kita bikin titik pengurusan, ada 4 titik,"papar Bayu saat dikonfirmasi Okezone.

(Baca juga: Warga Keluhkan Tarif PDAM Naik Tapi Aliran Air Bersih Mati Terus)

Pengurasan tersebut ditujukan agar warna merah pada air tersebut bisa berkurang. Namun faktanya, meski sudah dikuras, air tersebut beberapa hari kemudian kembali berwarna merah. "Kita sampai bingung apa penyebabnya. Air itu memang sudah kita bawa ke laboratorium, tapi hasilnya itukan tidak bisa jadi sehari dua hari," kata dia.

Di tengah rasa bingung dengan kondisi air, ungkap Bayu, pihaknya menerima laporan adanya saluran yang mencurigakan. Menyusul laporan itu, pihak PDAM pun kembali melakukan penelusuran satu per satu saluran air. Hasilnya mengarah ke sebuah gudang.

"Setelah kita telusuri dari selokan air, kok warnanya sama dengan air di rumah warga. Terus tadi dugaan sementara sudah kita buktikan tadi bersama dinas LH (Lingkungan Hidup), Satpol PP, kelurahan dan pihak kepolisian, karena pada malam hari, kita mau membuka pintu (gudang) itukan harus dengan pihak kepolisian. Dan ternyata aliran yang mengarah ke pipa PDAM itu sudah diputus oleh mereka (pemilik gudang)," terangnya.

Melihat sudah diputusnya aliran yang mengarah ke pipa PDAM, pihak PDAM pun meminta pemilik gudang untuk membuka kembali.

Ternyata di sana bukan hanya mengolah bahan kimia tekstil, tapi hasil produksi airnya berwarna merah.

"Di mana dari hasil produksi itu ada hasil limbah. Di mana tiap sore dan malam mereka mencuci alat-alat produksi. Dari hasil pencucian itu menghasilkan limbah warna-warni," ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini