SEMARANG – Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Itqon Kelurahan Tlogosari Wetan, Semarang, Jawa Tengah, mendapat sambutan antusias ribuan santri. Selain berpesan menjaga kerukunan dan persatuan, santri juga diminta tak mudah gagal paham.
Mantan Wali Kota Solo itu menceritakan tentang kontroversi pembukaan Asian Games 2018 beberapa waktu lalu. Pasalnya, atraksi Presiden Jokowi memakai pemeran pengganti atau stuntman dalam beberapa adegan mengendarai motor gede mendapat sorotan lawan politik.
“Waktu saya naik motor, pada senng saya naik motor ya?” kata Jokowi, yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan ribuan santri, Sabtu (20/10/2018).
“Tapi ini stuntman, pemeran pengganti, bukan saya. Itu saja banyak yang ramai kan? Itu pemeran pengganti. Masa presiden pakai pemeran pengganti? Lah masa presiden suruh lompat kaya gitu, ada-ada saja. Ya mesti pemeran pengganti lah, wong namanya ini hiburan dan pertunjukan untuk pembukaan Asian Games,” beber Jokowi kepada para santri.

(Baca Juga: Peringati Hari Santri, Jokowi Minta Ukhuwah Islamiyah Terus Dijaga)
Untuk itu santri dan santriwati juga harus cerdas dalam menyikapi informasi yang beredar di masyarakat termasuk media sosial. Apalagi, dalam ajaran Islam terdapat tabayun atau konfirmasi dan klarifikasi sehingga tak mudah terprovokasi kabar yang belum bisa dipertanggungjawabkan.