nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa Nekat Edarkan Tembakau Gorilla ke Temannya

Antara, Jurnalis · Sabtu 27 Oktober 2018 01:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 26 340 1969552 mahasiswa-nekat-edarkan-tembakau-gorilla-ke-temannya-ErKoHFqunC.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

KENDARI - Seorang oknum mahasiswa perguruan tinggi asal Makassar, Sulawesi Selatan tertangkap mengedarkan narkotika jenis tembakau gorilla.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari Murniaty mengatakan tersangka Abn (19) telah diamankan tim pemberantasan BNN Kota Kendari, pada Kamis 25 Oktober 2018 sekitar pukul 19.50 Wita.

Pelaku tidak berkutik saat diamankan tim Pemberantasan BNN Kota Kendari yang dipimpin Kompol Anwar Toro dari kediaman koleganya yang beralamat di BTN Kendari Permai, Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

"Temuan pertama di Kota Kendari tetapi setiap kesempatan sosialisasi kami imbau warga agar berhati-hati dengan tembakau gorilla. Tembakau gorilla merupakan ganja sintesis yang berdampak luar biasa dengan daya rusak melebihi jenis narkotika lainnya," ujar Murniaty.

 tembakau

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pemberantasan BNN Kota Kendari Kompol Anwar Toro mengatakan pengungkapan peredaran tembakau gorilla berdasarkan laporan warga BTN Kendari Permai yang sudah resah.

Tim yang menaklukan tersangka menyita barang bukti berupa satu paket tembakau gorilla seberat 0,90 gram, dua linting tembakau gorilla seberat 0,69 gram, dua bungkus kertas tembakau manis cap Surya, KTP, satu buah ATM BRI, satu buah SIM BII, satu buah ID card operator alat berat dan satu buah dompet.

Kepada penyidik pelaku mengaku mengedarkan barang haram itu di sekitar BTN Kendari Permai dengan menyasar mahasiswa seharga Rp50 ribu per linting. Selanjutnya, berdasarkan informasi dari pelaku, barang haram tersebut dipesan melalui "online" di akun instagram dengan harga satu sachet Rp300 ribu.

Pelaku dijerat pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pelaku terancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini