Jokowi Sebut 'Politik Genderuwo', Ini Maknanya Menurut Sandiaga Uno

Anggun Tifani, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 19:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 09 605 1975757 jokowi-sebut-politik-genderuwo-ini-maknanya-menurut-sandiaga-uno-OTTviJyhCy.jpg Sandiaga Uno. (Foto: Anggun Tiffani/Okezone)

TANGERANG - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menanggapi ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mewanti-wanti masyarakat pada politikus yang menyebarkan propaganda yang menakut-nakuti yang disebutnya 'politik genderuwo'.

Menurut Sandi, ucapan Jokowi itu berkaitan dengan para mafia ekonomi. "Saya tidak ingin berkomentar yang negatif tapi, mungkin yang dimaksud Pak Presiden itu politisi atau politik genderuwo itu yang berkaitan dengan ekonomi rente," katanya saat melakukan safari kampanye di Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Jumat (9/11/2018).

Menurut Sandi, ekonomi rente tersebut seperti halnya pada mafia pangan atau semacamnya yang timbul sebagai genderuwonya ekonomi. Dia mengatakan, hal itu dapat menggerogoti perekonomian indonesia.

(Foto: Anggun/Okezone)

"Mungkin genderuwo ini ke mafia ekonomi di mana membuat kita ketergantungan dengan faktor eksternal. Sekarang harus dienyahkan, baik operator ekonomi yang bertindak sebagai genderuwo dan politisi, yang mem-backup kegiatan genderuwo ini, dan menurut saya ini peringatan dari Presiden," tukasnya.

(Baca juga: Jokowi Sindir Politikus Genderuwo yang Suka Menakut-nakuti Masyarakat)

'Politik genderuwo' ini diungkapkan Jokowi saat memberikan 3.000 sertifikat gratis bagi ribuan warga di GOR Trisanja Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), Jumat.

Genderuwo dalam pemahaman masyarakat Jawa merupakan mahluk astral yang menakutkan. Tidak hanya menakut-nakuti, para politikus genderuwo juga kerap membuat ketidakpastian dan menggiring masyarakat yang tidak benar serta menjadi ragu-ragu.

Menurut Presiden Jokowi, cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Meski demikian, Presiden tidak menyebut siapa politikus genderuwo yang disindirnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini