BANDUNG - 11 Juni 1987, sekira pukul 19.00 WIB, malam itu puluhan ribu pendukung Persib Bandung, memadati Stadion Siliwangi. Mereka berdatangan dari berbagai wilayah di Bandung, maupun Jawa Barat, untuk menyaksikan pertandingan Persib melawan PSV Eindhoven.
Tak hanya mendukung tim kesayangan Persib, para pendukung Persib atau yang lebih dikenal Bobotoh, juga ingin menyaksikan secara langsung pemain termahal pada zamannya, Ruud Guulit, yang turut bermain pada saat itu.
Meski kalah dalam pertandingan tersebut, namun sejarah telah tercipta. Sebuah kebanggaan tersendiri, tim lokal Indonesia dapat bermain dengan tim elite Eropa, di tempat yang menjadi kebanggan warga Bandung, warga Jawa Barat, yah, di Stadion Siliwangi.
"Dulu saya cedera, tapi saya hadir di stadion. Saya lihat stadion itu penuh, penuh banget," ungkap mantan pemain Persib era tahun 80, Djadjang Nurjaman.

Stadion Siliwangi sendiri, memiliki banyak kisah bagi untuk Persib dan warga Jawa Barat. Stadion yang memiliki kapasitas tak lebih dari 26 ribu penonton tersebut, menjadi lokasi bersejarah bagi para pencinta bola tentunya.
"Bahwa pada sewaktu-waktu, Persib Bandung menggunakan Siliwangi sebagai home base, itu menjadi kebanggan untuk Kodam sendiri, karena bisa mendampingi Persib," ujar Kepala Penerangan Kodam III Kolonel Hasto Respatyo, saat ditemui belum lama ini.
Berlokasi di Jalan Lombok, yang dihimpit bangunan-bangunan pusat Kota Bandung, Stadion Siliwangi, sesuai namanya, merupakan kepemilikan TNI, Kodam III Siliwangi. Seluruh fasilitas yang ada dalam stadion, dikelola oleh Jasdam di bawah Kodam.

Stadion ini sendiri, dibangun dan dibuka atas prakarsa Panglima Tentara dan Teritorium III Kolonel Inf. A. E. Kawilarang, pada 24 Maret 1956. Pembangunannya tersebut, merupakan sebagai ungkapan dari TNI saat itu, yang mendedikasikan bagi warga Bandung, atas peristiwa Bandung Lautan Api.
Hal itu tergambarkan, diatas pintu masuk stadion. Terlihat diatasnya, terdapat ornamen-ornamen yang menggambarkan perjuangan warga Bandung.
Semenjak itu, Stadion Siliwangi dipakai untuk kegiatan olahraga, termasuk menjadi tempat Persib bertanding. Stadion Siliwangi pun kerap digunakan untuk acara-acara ataupun kegiatan-kegiatan masyarakat Bandung.

"Stadion ini dibangun fasilitas olahraga, yang juga sebagai sarana kontak komunikasi dengan masyarakat. Makanya fasilitas-fasilitas yang dimiliki militer di buka untuk umum, sebagai bentuk komunikasi dengan masyarakat," katanya.
Namun begitu, setelah dibuka stadion lainnya seperti Stadion Si Jalak Harupat dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Stadion Siliwangi mulai kehilangan 'ruh' nya.
Stadion Siliwangi kini, berbeda dengan dulu. Meski Stadion tersebut masih berdiri kokoh, tanpa kurang apapun, namun stadion tersebut, seperti tak memiliki nyawa.
Beberapa fasilitas dalam stadion, masih sama tidak ada yang berubah. Tubuh stadion di balut dengan cat hijau, yang kental sebagai identitas bangunan tentara. Memasuki pintu utama stadion, terpampang jelas tulisan Stadion Siliwangi, berwarna kuning berkarat, yang ada sejak dulu.
Sebelum masuk, ke stadion, terdapat beberapa ruangan yang dijadikan kantor pengelola. Berlanjut kedalam stadion, kepala macan yang berada di tribun timur menyambut setiap orang yang datang ke stadion tersebut.
Walau ditinggalkan, perawatan stadion itu, masih kerap dilakukan oleh pengelola. Namun, perawatannya memang tidak semaksimal meningat anggaran yang kurang memadai untuk melakukan perawatan secara menyeluruh.
Hal itu terlihat dari beberapa atap di tribun vip, yang sudah berkarat dan terlepas, cat yang sudah memudar di bangku-bangku tribun, tumbuhnya rerumputan yang sela-sela bangunan tribun, menambah kesan sudah menuanya stadion tersebut.
"Sejauh ini, untuk perawatan dari anggaran Kodam. Untuk perawatan dan pembersihan dilakukan oleh prajurit," ungkapnya.

Meski terbilang sudah "ditinggalkan", Stadion Siliwangi masih kerap digunakan untuk kegiatan internal TNI, maupun kegiatan masyarakat lainnya. Meski begitu, Stadion ini sudah tidak dapat lagi seperti dulu, digunakan dalam pertandingan-pertandingan besar.
"Untuk standarisasi Fifa enggak masuk (tidak bisa). Namun tujuan pembangunan ini sebagai sarana umum. Nah kita berharap, ke depan dapat ditingkatkan fungsinya, jadi sarana untuk kedekatan dengan masyarakat. Sebagai sarana fungsi untuk membina olahraga, sarana sosial dengan masyarakat," ucap dia.
Menjadi home base Persib Bandung, Stadion Siliwangi memberikan rezeki bagi warga sekitarnya. Beberapa warga yang berjualan dulu saat Persib tinggal di Siliwangi. Dengan begitu, dulu warga banyak meraup untung dengan kegiatan-kegiatan Persib, di Stadion Siliwangi.
"Dulu mah, jualan rame banget. Apalagi saat Persib main. Kalau sekarang mah laku satu juga udah alhamdulillah," ungkap salah seorang penjaja baju Persib, yang kerap berjualan di Stadion Siliwangi.
Bagi sebagian orang, Stadion Siliwangi punya cerita sendiri. Seperti yang di ceritakan Yana Umar, pentolan Bobotoh Persib, dirinya kembali teringat saat kerusuhan terjadi di Stadion Siliwangi pada 22 tahun lalu, atau tepatnya pada 1996.

Saat itu, seingatnya persib tengah akan melakukan laga pertandingan. Namun begitu, tiba-tiba situasi menjadi keos dan berujung kerusuhan.
"Saya waktu itu nolong teman dekat saya yang di hajar oleh aparat keamanan, kalau enggak buru-buru di tolong itu enggak tahu, tapi cepet sama anak-anak di buru-buru bawa ke rumah sakit," ungkap Yana.
Yana pun mengungkapkan, dengan hadirnya dua stadion baru, yang kerap digunakan Persib saat ini, tidak bisa menggantikan sejarah yang tercipta di Stadion Siliwangi. Menurutnya, Persib sendiri besar di Stadion tersebut.
Menurutnya, hanya di Stadion Siliwangi, emosional tim Persib dan Bobotoh terbangun. "Disana mah terasa kekompaknnya. Banyak kesan yang paling enak kalau disna itu saat pertandingan membludak, dulu mah bisa keluar bisa ke pinggir lapang, bisa jalan-jalan, beda sama sekarang. Jadi atmosfernya lebih ngena di Siliwangi," tuturnya.
"Begitu pun keangkeran Stadion Siliwangi. Berapa tim yang tumbang disana dan berapa kali juga Persib harus mengalami kekalahan disana," sambungnya.
Tak hanya Yana, cerita untuk Siliwangi masih tercatat dalam hati Gusdul, seorang bobotoh. Baginya, Siliwangi merupakan Stadion paling bersejarah untuk Persib dan bobotoh.
"Sejak saya kecil, tahu Persib dari Stadion Siliwangi. Diajak sama bapa saya ke stadion nonton Persib, sampai pergi sendiri tidak punya uang tidak punya tiket, bagaimana caranya pengen masuk ke stadion ingin menonton Persib," tutur Gusdul.
Masih diingat betul, kejadian di Siliwangi, yang membuatnya pernah kapok untuk mendatangi Siliwangi. Ia menuturkan, saat itu ia bersama dengan Panglima Viking Persib, almarhum Ayi Beutik, dipukuli aparat hanya karena menyalakan flare.
"Waktu itu dibawa ke Jalan Jawa (Polrestabes Bandung), disuruh nyanyi, jalan bebek, dipukulin sampai biru-biru, dan pulangnnya saya nangis sampai enggak mau ke Siliwangi lagi," katanya.

Masih banyak sejarah ataupun cerita bagi masing-masing yang pernah merasakan duduk di Stadion Siliwangi. Namun kini berbeda, bagi mereka-mereka yang punya cerita, Stadion Siliwangi, tertanam sebagai bagian sejarah dari hidup mereka, masing-masing.
Harapan, bagi Stadion Siliwangi yang telah menjadi rumah bagi sebagian orang, pasti banyak dicita-citakan oleh mereka. Namun yang pasti, Siliwangi bagi mereka, merupakan bagian hidup.
"Kita sudah melihat stadion-stadion di luar negeri yah, udah modern, yah harus lebih modern, yah lebih baik lagi dari penataannya, pengelolaannya, pokoknya harus lebih canggih lagi, jangan ketinggalan dengan stadion luar. Stadion Siliwangi, luar biasa," ungkap Gusdul.

"Kalau bisa mah di rawat yah, terus bisa buat latihan Persib. Nah tapi dari sisi lain, itu yang punya TNI. Jadi enggak bisa, jadi kalau perawatan mah menjadikan sejarah buat Persib, bahwa Persib itu besar pahit manis itu disana, di Siliwangi. Seharusnya, dari pihak Kodam ada ruangan untuk sejarah yang dukunya sparta menjadi Siliwangi. Terus legenda-legenda Persib itu pernah main disini, tim-tim luar negeri pernah main disini, kayak PSV, Hongkong, Jepang, Cina, pernah di sana main di Siliwangi. Seharusnya pihak Persib sama pihak TNI kerja sama untuk bikin museum buat ada cerita. Kalau menyebut Siliwangi berarti Persib," jelas Yana Umar.
"Siliwangi menjadi tempat yang bersejarah bagi Persib. Kalau bisa mah, dikelola kembali, agar dapat digunakan untuk digelarnya liga 1, sehingga menjadi alternatif tempat," jelas legenda Persib Djajang Nurjaman.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.