Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jejak Sejarah Wanita Perkasa Tanah Mandar hingga Bergelar Pahlawan Nasional

Antara , Jurnalis-Sabtu, 10 November 2018 |04:46 WIB
Jejak Sejarah Wanita Perkasa Tanah Mandar hingga Bergelar Pahlawan Nasional
Hj Andi Depu diangkat menjadi Pahlawan nasional (Foto: Diknas Polman)
A
A
A

Mereka bertekad akan menyerahkan nyawanya lebih dahulu kepada Belanda dan memilih tergolek di kaki tiang bendera bersimbah darah perlawanan, sekiranya Belanda masih nekad menurunkannya di tengah dekapan Ibu Agung Andi Depu.

Bahkan mereka dengan lantang mereka bersumpah "Inditia Batuanna Maraqdia Melo Mimbere Dibaona Litaq Basepa Anna Tada Mating Diolona Maraqsdia" yang artinya "Inilah Pengawal Setia Raja Balanipa Rela Mati Bermandi Darah Langkahi Dulu Mayatku Baru Engkau Menyentuh Maraqdia Ibu Depu".

Semakin lama semakin banyak masyarakat yang berdatangan dari berbagai arah lengkap dengan senjata yang beragam, keris, tombak serta badik yang akhirnya membalikkan keadaan, dimana pasukan Belanda yang terkepung oleh masyarakat Balanipa.

Tekadnya hanya satu, pertahankan bendera yang di dekap oleh Maraqdia, "Naposiri Maraqdia Napomaste Batua" atau "Setetes Darah Yang Keluar Dari Kulit Ibu Depu, Maka Apapun Resikonya Pasukan Belanda Harus Pulang Dengan Bangkai Yang Tercabik-cabik".

Tekad bulat masyarakat Balanipa ini, menciutkan nyali pasukan Belanda untuk menurunkan bendera tersebut, dan dengan penuh kekesalan mereka meninggalkan tempat itu, sambil tetap menyaksikan Bendera Merah Putih masih berkibar di halaman Istana Kerajaan Balanipa.

Wanita perkasa dari Tanah Mandar itu menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah sakit Pelamonia Makassar Sulawesi Selatan pada 18 Juni 1985. Ibu Agung Andi Depu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Panaikang Makassar dan upacara pemakaman tersebut dipimpin langsung Mayor Jenderal TNI Pur H Andi Mattalatta yang juga sahabat seperjuangan Andi Depu.

Atas dedikasi dan perjuangan dengan merelakan dirinya membela dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia dan jasa-jasa yang begitu besar kepada negara Ibu Agung Andi Depu pun disematkan sederet tanda penghargaan, antara lain Bintang Mahaputera IV dari Presiden Soekarno. Tanda Penghargaan Andi Depu, Bintang Mahaputera IV, diserahkan langsung oleh Bung Karno Presiden RI pertama pada 1965 di Makassar sekitar tahun 1964.

Kemudian Bintang Gerilya sebagai Panglima Keris Muda Mandar pada 1958, Satya Lencana peristiwa perang kemerdekaan ke satu, Satya Lencana Gerakan Operasi Militer III, Satya Lencana Gerakan Operasi Militer IV, Satya Lencana Peringatan Perjuanagan Kemerdekaaan, Surat Penghargaan Panglima Kelaskaran Keris Muda, Satya Lencana Bhakti serta Warga Kehormatan Kota Makassar.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement