Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jaringan Alumni UGM Dukung Jokowi Dua Periode

Kuntadi , Jurnalis-Minggu, 11 November 2018 |20:10 WIB
Jaringan Alumni UGM Dukung Jokowi Dua Periode
Deklarasi Blusukan Jokowi Jogja (foto: Kuntadi)
A
A
A

YOGYAKARTA – Jaringan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) mendeklarasikan dukungan kepada pemenangan Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2019 mendatang. Mereka membentuk relawan Blusukan Jokowi (Bulaksumur untuk Kemenangan Jokowi).

Blusukan Jokowi ini sudah terbentuk sejak bulan Mei 2018 silam. Saat itu Presiden Jokowi baru menjadi presiden pada periode pertama. Gerakan ini lahir karena presiden telah berjalan sesuai dengan aturan dan program yang ada nyata bisa dirasakan seluruh rakyat. Jokowi juga konsiten dalam menjaga Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika maupun NKRI.

(Baca Juga: KH Ma'ruf Amin Optimistis Bakal Menang di Jabar) 

“Mari bersama lintas angkatan, lintas fakultas untuk memenangkan Jokowi-Maruf,” jelas Teguh pada Deklarasi Blusukan Jokowi Jogja di the Alana Hotel, Sleman, Minggu (11/11/2018).

Deklarasi Blusukan Jokowi Jogja (foto: Kuntadi)	 

Sementara itu Ketua Blusukan Jokowi Jogja, Budi Setiyono mengatakan blusukan Jokowi dalah gerakan moral yang berusaha sekuat tenaga agar pilpres mendatang dimenangkan Jokowi-Maruf Amin. Kerja nyata presiden telah mmebawa dampak nyata dalam pembangunan dan eksejahteraan masyarakat.

“Karena itulah kepemimpinnya layak untuk dilanjutkan,” jelas Budi.

Untuk di wilayah DIY, Budi menargetkan, Jokowi-Ma'ruf Amin bisa mendulang suara hingga 70 persen. Pada pemilu presiden 2014 lalu Jokowi meraup suara 64 persen di DIY.

"Anggota inti relawan Blusukan Jokowi di DIY ada 710 orang. Mereka belum tergabung dengan kelompok relawan Jokowi lainnya," ujarnya.

(Baca Juga: Hadiri Festival Rampak Genteng, Timses Jokowi-Amin Serukan Jaga Kualitas Lingkungan Hidup) 

Tim ini juga sudah menyiapkan program khusus sebagai strategi pemenangan Jokowi di DIY. Salah satunya dengan program pasar murah dan bazaar.

"Program yang dibuat harus menjunjung prinsip pesta demokrasi, dibalut suasana gembira, tidak boleh memicu permusuhan, saling menghormati, dan memberikan edukasi politik yang baik dan bermartabat. Serta tidak boleh ada hoax,” pungkasnya.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement