nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perekenomian Palu Mulai Bangkit Usai Diterjang Gempa & Tsunami

Antara, Jurnalis · Rabu 14 November 2018 14:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 14 340 1977712 perekenomian-palu-mulai-bangkit-usai-diterjang-gempa-tsunami-sgrpXRG9B6.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

PALU - Setelah diguncang gempa, likuefaksi, dan tsunami beberapa waktu silam, kini Kota Palu, Sulawesi Tengah, mulai bangkit. Perekonomian di sana kini terus membaik ditandai dengan dibukanya kembali sumber-sumber yang mengerakan ekonomi masyarakat di ibu kota provinsi itu.

Pantauan di lokasi, Rabu (14/11/2018), pusat-pusat perbelanjaan tradisional maupun modern setiap harinya mulai ramai dipadati warga yang datang membeli berbagai kebutuhan dan keperluan hidup.

Sejumlah swalayan dan mal sudah cukup banyak warga yang berbelanja berbagai keperluan sehari-hari pascagempa bumi dan tsunami yang menerjang Kota Palu pada 28 September 2018.

Suasana serupa juga terlihat di tiga pasar tradisional yakni Pasar Masomba, Pasar Bambaru, dan Pasar Manonda. Terlihat aktivitas perdagangan di pusat perbelanjaan tersebut tampak ramai sejak pagi hingga sore hari.

(Baca Juga: Baznas Bangun Rumah Sakit Lapangan di Palu)

Para pedagang kembali antusias menjual berbagai jenis kebutuhan pokok dan keperluan rumah tangga lainnya.

Begitu pula warga yang datang berbelanja semakin banyak. "Ya syukur 'Alhamdulillah' pasar kembali ramai," kata Ny Nurlia, seorang pedagang sayur di kawasan Pasar Manonda, Palu Barat.

Dia mengatakan hampir semua penjual di pasar itu sudah kembali beraktivitas.

Kondisi sama juga terlihat di dua pasar lainnya yakni Pasar Bambaru dan Masomba. Aktivitas sudah kembali normal seperti sebelum bencana alam.

Pedagang kain dan baju, termasuk penjual pakaian bekas atau lebih dikenal cakar (cap karung), pakaian eks luar negeri sudah beraktivitas lagi dan banyak diserbu warga.

Kios-kios dan toko terutama toko bahan bangunan terlihat setiap harinya ramai dipadati warga yang hendak membeli berbagai kebutuhan untuk pembangunan dan perbaikan rumah.

Bahkan, salah satu bahan bangunan yakni semen, stoknya sudah habis terjual karena tingginya permintaan baik untuk kebutuhan rumah tinggal, pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana alam di Sulteng, juga pembangunan sarana pendidikan, kesehatan, jalan, tanggul, drainase, dan rumah-rumah ibadah.

Acrul Udaya, seorang pelaku usaha di Palu mengatakan perekonomian di Palu dalam beberapa hari ini terus bangkit dan semakin menimbulkan rasa kepercayaan kepada semua pihak, bahwa ekonomi masyarakat di ibu kota provinsi bisa pulih kembali setelah diporak-porandakan oleh gempa bumi 7,4 SR dan terjangan tsunami serta likuifaksi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini