Gencatan Senjata di Gaza Tercapai, Menteri Pertahanan Israel Justru Mundur

Agregasi BBC Indonesia, · Kamis 15 November 2018 01:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 15 18 1977983 gencatan-senjata-di-gaza-tercapai-menteri-pertahanan-israel-justru-mundur-Y6CdH5uCM0.jpg Menteri Pertahanan Israel Avigdor Liebermen (foto: Reuters)

TEL AVIV - Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengundurkan diri karena kabinet memutuskan untuk menerima gencatan senjata guna mengakhiri perang dua hari dengan kelompok-kelompok Palestina di Gaza.

Avigdor Lieberman, yang merupakan pimpinan partai Yisrael Beiteinu, menegaskan langkah tersebut sama dengan "menyerahkan diri kepada teror".

(Baca Juga: Tentara Israel Tewaskan Tiga Warga Palestina, Termasuk Seorang Anak di Gaza) 

Dia juga mengecam usaha untuk menengahi upaya mewujudkan perdamaian jangka panjang dengan kelompok Hamas yang menguasai wilayah Jalur Gaza.

Delapan orang tewas beberapa hari terakhir. Kelompok-kelompok militan di Gaza menembakkan 460 roket ke arah Israel dan pasukan Israel mengebom 160 sasaran di Gaza.

Konflik warga Palestina dan tentara Israel kerap terjadi di Jalur Gaza. (Foto: AP)	Konflik warga Palestina dan tentara Israel kerap terjadi di Jalur Gaza. (Foto: AP) 

Hamas dan kelompok militan Palestina lainnya pada hari Selasa 13 November 2018, menerima usulan gencatan senjata yang ditengahi Mesir dan akan mematuhinya jika Israel melakukan hal yang sama.

Kabinet keamanan Israel pada mulanya mengatakan hanya memerintahkan militer untuk melanjutkan operasi yang diperlukan, tetapi Lieberman dan seorang menteri lain tampak mengukuhkan bahwa kabinet telah menyetujui gencatan senjata ketika mereka menolak untuk mendukungnya.

Gencatan senjata pada umumnya dipatuhi pada hari Rabu 14 November. Sekolah dan tempat usaha di Israel selatan telah dibuka kembali setelah dilaporkan sudah tidak ada serangan roket.

Meskipun demikian, militer Israel mengatakan mereka menembak dan menangkap seorang pria Palestina yang berusaha menerobos pagar perbatasan Israel-Gaza saat melempar granat.

Puluhan penduduk di perbatasan Israel, sementara itu, menutup jalan sebagai bentuk protes terhadap apa yang mereka katakan sebagai "kurangnya aksi pemerintah Israel" dalam mengatasi ancaman serangan roket Palestina.

(Baca Juga: Perang Israel-Palestina: Mengapa Serangan Balas-membalas Makin Gencar?) 

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membela keputusan gencatan senjata dengan mengatakan "saat keadaan darurat, ketika mengambil keputusan penting bagi keamanan, masyarakat tidak selalu perlu mengetahui pertimbangan yang memang harus disembunyikan dari musuh".

Di Gaza, warga merayakan gencatan senjata yang oleh Hamas dipandang sebagai suatu kemenangan. "Gerakan perlawanan telah membela diri dan membela rakyat melawan agresi Israel," kata pemimpin Hamas, Ismail Haniya.

Bentrokan terbaru dimulai setelah operasi terselubung pasukan khusus Israel di Gaza terungkap pada hari Minggu, sehingga memicu konflik yang menewaskan tujuh warga Palestina dan satu tentara Israel.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini