nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polda Jabar Turun Tangan Selidiki Penyebab Banjir & Longsor

CDB Yudistira, Jurnalis · Kamis 15 November 2018 10:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 15 525 1978101 polda-jabar-turun-tangan-selidiki-penyebab-banjir-longsor-yks2RQxg7H.JPG Jajaran Anggota Polda Jawa Barat Apel Siapa Bencana (Foto: CDB Yudistira/Okezone)

BANDUNG - Kapolda Jawa Barat (Jabar), Irjen Pol Agung Budi Maryoto berjanji akan memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki potensi bencana banjir dan longsor yang terjadi di seluruh wilayah hukum Polda Jabar.

"Kita akan lakukan penyelidikan potensinya, asalnya dari mana. Misalkan ada bukit yang tadinya harusnya enggak ditebang tapi ditebang. Siapa yang melakukan penebangan seperti yang lalu diproses hukum," ungkap Agung usai memimpin Apel Gelar Siaga Darurat Bencana, di depan Gedung Sate, Jalan Diponogoro, Bandung, Kamis (15/11/2018).

Agung menegaskan, jika dalam penyelidikannya didapati adanya faktor kesengajaan yang menimbukan bencana banjir dan longsor, pihaknya dengan tegas akan melakukan proses hukum.

‎"Iya, kalau ada temuan kita proses hukum‎, ditindak lanjuti kalau ada alat bukti diproses hukum‎," tegasnya.

Pasca ditetapkanya siaga 1 darurat bencana banjir dan longsor, pada 1 November 2018 hingga 31 Mei 2019 oleh Pemerintah Provinsi Jabar, Agung telah menyiapkan personel dan sarana prasarana, yang bakal diturunkan dalam tanggap bencana di wilayah Jabar.

‎"Kita mendasari BMKG, cuaca curah hujan tinggi, hampir semua sudah siap. Jadi tidak boleh underestimate, mulai dari selatan, tengah maupun di lainnya. Tapi dari informasi yang (ada) sudah hujan selatan dulu dan tengah. Utara belum, tapi dari kontur tanah utara lebih rendah," tandasnya.

Untuk penanganan pelaksanaan dalam tanggap bencana, Agung mengatakan, bakal berkodinasi dengan BPBD dan Basarnas.

Bandung Banjir

"‎Penanganan bencana alam leading sector BPBD dan Basarnas. Tni dan polri support mendukung mereka. Memang kalau ada pertama kejadian, siapapun yang pertama harus bantu mulai dari tolong menolong, membantu sampai dengan evakuasi," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Jabar, Dicky Saromi, mengatakan, terhitung dari awal November 2018, bencana banjir dan longsor menelan korban tujuh orang‎ meninggal dunia.

"Enam orang yang Tasikmalaya dan satu orangnya yang terbawa hanyut di banjir di Pangandaran," ujar Dicky pada kesempatan yang sama.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini