Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Soal Prediksi pada 2025 Air Laut Masuk Istana Negara, TKN Jokowi: Jangan Bangun Ketakutan

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Kamis, 22 November 2018 |05:01 WIB
Soal Prediksi pada 2025 Air Laut Masuk Istana Negara, TKN Jokowi: Jangan Bangun Ketakutan
Abdul Kadir Karding. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, memprediksi air laut di perairan Tanjung Priok akan naik hingga Hotel Grand Indonesia pada 2025. Bahkan, Prabowo menyebut Presiden RI bakal jalan kaki memasuki Istana Negara di Jalan Medan Merdeka.

Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, ‎meminta Prabowo tidak membangun pernyatan yang mengandung pesimisme dan ketakutan terhadap rakyat Indonesia.

(Baca juga: Enggan Tanggapi soal 2025 Jakarta Tenggelam, Ini Langkah yang Dilakukan Anies)

"Yang menurut saya dibutuhkan itu solusi apa yang mesti dilakukan, bukan terus-menerus membangun pesimisme memberi ketakutan kepada masyarakat Jakarta, khususnya tentang keadaan itu," kata Karding ketika dikonfirmasi Okezone, Kamis (22/11/2018).

Ia membenarkan dataran di Jakarta mengalami penurunan sebayak 10 sampai 13 persen setiap tahun. Tapi, menurut Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, seharusnya Prabowo dapat memberikan solusi yang signifikan, bukan justru menakut-nakuti.

Karding menjelaskan, pemerintahan periode pertama Jokowi sudah mengantisipasi adanya prediksi kenaikan air laut tersebut. Oleh karena itu, ada usulan Kementerian Pekerjaan Umum akan mempersiapkan tanggul-tanggul besar untuk mengantisipasi kenaikan air laut.

"Ada usul untuk membangun tanggul-tanggul besar dari Kementeriaan PU, lalu ada rekayasa tekhnologi atau penggunaan teknologi yang canggih untuk mengurangi dampak tersebut," terangnya.

(Baca juga: Prabowo Sebut pada 2025 Air Laut Tiba di Istana Negara, TKN Jokowi: Itu Tugas Gubernur)

Karding ‎juga mengingatkan kepada seluruh pihak agar dengan tetap menjaga keseimbangan pelestarian alam dalam membangun. Tindakan-tindakan eksploratif pelestarian alam tersebut, dikatakan Karding, telah dilakukan oleh pemerintahan Jokowi dalam empat tahun kebelakang.

"Di zaman Pak Jokowi ‎empat tahun ini, banyak kemajuan di bidang lingkungan yang dilakukan. Itu yang pertama contoh, di era sebelum jokowi, kebakaran hutan mencapai 2 juta hektare, pada 2018 ini berkurang signifikan," pungkasnya.

(Hantoro)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement