Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Operasi DVI Ditutup, Total 125 Jenazah Korban Lion Air Teridentifikasi

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Jum'at, 23 November 2018 |14:02 WIB
Operasi DVI Ditutup, Total 125 Jenazah Korban Lion Air Teridentifikasi
Proses identifikasi korban jatuhnya pesawat Lion Air resmi ditutup. (Foto: Puteranegara Batubara/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri resmi menutup proses identifikasi jenazah korban pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Setelah 24 hari kerja, setidaknya hanya 125 jasad korban yang berhasil diidentifikasi.

"Sampai 23 November 2018 hari ini, terhadap kantong jenazah penumpang Lion Air yang diterima Rumah Sakit Polri, teridentifikasi 125 penumpang," kata Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Arthur Tampi dalam jumpa pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (23/11/2018).

(Baca juga: Identifikasi Jenazah Korban Jatuhnya Lion Air PK-LQP Resmi Ditutup)

Tercatat dalam manifes yang diumumkan secara resmi terdapat 189 penumpang dan awak dalam pesawat tersebut. Dengan begitu, masih terdapat 64 jenazah penumpang dan awak pesawat yang belum ditemukan serta belum teridentifikasi.

Adapun 125 jenazah tersebut terdiri dari 89 laki-laki dan 36 perempuan. Kemudian 123 jenazah merupakan warga negara Indonesia.

Sementara dua jenazah yang teridentifikasi merupakan warga negara asing yakni WN India dan Italia. Salah satunya diketahui pilot pesawat Lion Air PK-LQP yakni Bhavye Suneja.

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang itu dinyatakan jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Pesawat tersebut sebelumnya hilang kontak setelah 13 menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, sekitar pukul 06.20 WIB.

(Baca juga: 16 Korban Lion Air Teridentifikasi di Hari Terakhir Operasi DVI Polri)

Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP ini membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak, dan 2 bayi dengan 2 Pilot serta 6 awak kabin. Pihak Lion Air menyatakan pesawat itu dikedalikan Kapten Pilot Bhavye Suneja yang memiliki lebih dari 6.000 jam terbang serta Kopilot Harvino dengan 4.000 lebih jam terbang.

Dalam hal ini Pesawat Boeing 737 Max 8 tersebut terbilang baru karena masih kurang dari 1.000 jam terbang. Sementara sertifikat layak terbang (certificate of air worthiness) pesawat ini diterbitkan pada 15 Agustus 2018 dan berakhir 14 Agustus 2019.

(Hantoro)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement