Share

Jokowi : Ada Majelis Taklim Gara-Gara Pemilihan Presiden Tidak Saling Menyapa

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Minggu 25 November 2018 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 25 605 1982438 jokowi-ada-majelis-taklim-gara-gara-pemilihan-presiden-tidak-saling-menyapa-AsPBCoGD4O.jpg Presiden Jokowi saat berada di Palembang. (Foto : Fakhrizal Fakhri/Okezone)

PALEMBANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat tak mudah diprovokasi dalam tahun politik pada Pemilu 2019. Ia pun mengingatkan, setiap warga negara merupakan saudara sebangsa dan se-Tanah Air.

"Kita ini saudara sebangsa dan se-Tanah Air. Jangan lupakan itu. Ini karena banyak kompor, karena dipanas-panasi, dikompor-kompori, jadi panas semuanya," kata Jokowi saat menerima gelar Raja Balak Mangkunegara oleh masyarakat adat Komering, Sumatera Selatan di Griya Agung, Kota Palembang, Minggu (25/11/2018).

Kepala Negara memaparkan, provokasi ke masyarakat selalu dilakukan lantaran adanya kepentingan politik, mulai dari Pilbup, Pilwalkot, Pilgub, hingga Pilpres. Jokowi heran karena kontestasi 5 tahunan itu, ada masyarakat yang tidak saling menyapa lantaran berbeda pilihan.

"Saya kadang-kadang geleng-geleng ini satu kampung, satu RT atau RW tidak saling menyapa gara-gara pilihan bupati, gubernur, atau Presiden. Ada majelis taklim gara-gara pilihan presiden tidak saling menyapa," ucap Jokowi.

Presiden Jokowi saat berada di Palembang. (Foto : Fakhrizal Fakhri/Okezone)

Jokowi mengajak masyarakat untuk bebas memilih kepala daerah hingga presiden sesuai dengan pilihannya masing-masing.

"Pilihan gubernur silakan pilih A, B, C, atau D kalau calonnya empat. Yang bupati juga silakan pilih A, B, atau C. Tapi, jangan sampai ada gesekan sekecil apapun, jangan sampai ada konflik," imbaunya.

(Baca Juga : Hari Ini, Jokowi Terima Gelar Adat Komering di Palembang)

 Jokowi menerangkan, Indonesia memiliki keberagaman, mulai dari suku yang berjumlah 714, agama, hingga, perbedaan sekira 1.100 bahasa, dari satu daerah ke daerah lainnya.

"Artinya apa? Negara kita ini negara yang sangat besar. Aset terbesar bangsa ini adalah persatuan dan kerukunan," tandasnya.

(Baca Juga : Timses Jokowi: Kalau Zaman Orba Bukan hanya Ditabok tapi Diculik)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini