nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imbas Penembakan Kapal Ukraina, Kedutaan Rusia Dilempari Bom Asap dan Suar

Indi Safitri , Jurnalis · Senin 26 November 2018 09:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 26 18 1982778 imbas-insiden-penembakan-kapal-ukraina-kedutaan-rusia-dilempari-bom-asap-dan-suar-kNyU22Z4Hf.jpg Foto: Reuters.

KIEV – Sekelompok aktivis radikal Ukraina mendatangi Kedutaan Besar Rusia di Kiev dengan membawa ban dan kapal-kapal kertas pada Senin sebagai protes atas penembakan dan penahanan tiga kapal Ukraina oleh kapal Rusia di Selat Kerch yang terjadi pada Minggu.

Stasiun televisi Ukraina, Channel 112 melaporkan, demonstran melemparkan bom dan suar asap di Kedutaan Besar Rusia di Kiev. Sputnik, Senin (26/11/2018) melaporkan, aksi tersebut diawasi oleh petugas penegak hukum yang bekerja di tempat kejadian, termasuk Kepala Polisi Kiev, Andriy Kryschenko.

BACA JUGA: Langgar Batas Laut, Rusia Tembak dan Tahan 3 Kapal Ukraina

Diberitakan sebelumnya, pada Minggu (25/11/18), tiga kapal Angkatan Laut Ukraina, Berdyansk, Nikopol dan Yany Kapu, melintasi perbatasan laut Rusia, memasuki wilayah tertutup sementara di perairan teritorial Rusia dan bergerak dari Laut Hitam menuju Selat Kerch.

Rusia lalu mengutus dua kapal tempur dan dua helikopter ke area tersebut. Kapal-kapal Ukraina yang dituduh memasuki perairan Rusia secara ilegal itu dihentikan untuk sementara karena alasan keamanan.

BACA JUGA: Kapalnya Ditembaki dan Ditahan Rusia, Ukraina Akan Berlakukan Darurat Militer

Menyusul insiden tersebut, Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina memutuskan untuk memberlakukan darurat militer di Rusia selama 60 hari. Proposal ini didukung oleh Presiden Petro Poroshenko.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengecam insiden yang dia anggap sebagai sebuah provokasi dari Kiev dan menyebut manuver kapal angkatan laut Ukraina di Selat Kerch sebagai "metode bandit."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini