Share

Lewat IPU, DPR RI Tawarkan Proposal Damai Rusia-Ukraina

Kiswondari, Sindonews · Senin 21 Maret 2022 06:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 21 18 2564928 lewat-ipu-dpr-ri-tawarkan-proposal-damai-rusia-ukraina-KUU9JV2I97.jpg Lodewijk F Paulus (Foto : Sindonews/Istimewa)

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Lodewijk F. Paulus mengungkapkan bahwa DPR RI mengajukan proposal terkait penanganan konflik yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina. Ia berharap, proposal tersebut dapat diterima oleh seluruh peserta Sidang ke-144 Inter-Parliamentary Union (IPU) yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali 20-24 Maret 2022.

"Kita coba menawarkan itu. Yang intinya dengan cara-cara damai, dialog dan diplomasi. Kita bersama teman-teman yang dari Anggota IPU ini sudah sepakat, kita mengharapkan konflik ini tidak berlanjut," kata Lodewijk di sela Sidang IPU ke-144, di Nusa Dua, Bali, yang dikutip melalui keterangan pers, Senin (21/3/2022).

Lodewijk menjelaskan, penting bagi parlemen untuk mendorong bagaimana konflik-konflik yang terjadi di belahan dunia ini daparlt dihindari, karena dampaknya sangat merugikan masyarakat dunia.

"Kita tahu bagaimana harga minyak dunia sudah mulai naik, kita rasakan juga berpengaruh pada kebutuhan bahan pokok kita. Nah itulah yang saya katakan agar konflik ini segera bisa kita akhiri dengan mengedepankan dialog," ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar ini.

Lodewijk menambahkan, dalam konteks menjaga perdamaian, sikap DPR RI sudah tegas yaitu tidak memihak ke salah satu negara yang sedang berkonflik. Karena secara politik, tidak baik bagi Indonesia jika memihak kepada salah satu negara.

"Dengan Ukraina kita sangat bersahabat, Rusia dengan kita juga bersahabat. Nah tentunya dalam konteks menjaga perdamaian dunia, kita sebagai negara nonblok harus melihat situasi ini. Jangan sampai geo-politik ini berpengaruh pada geo-strategi yang akan kita terapkan," tuturnya.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Karena itu, menurut Lodewijk, baik Rusia maupun Ukraina harus menyelesaikan konflik ini dengan cara-cara yang solutif.

"Kalau kita lihat tanda-tanda itu, baik dari presiden Ukraina maupun Rusia sudah ada. Tinggal bagaimana negara-negara kawasan di sana juga mendorong penyelesaian konflik dan jangan sampai ada yang memanas-manasi. Jangan sampai terjadi seperti itu," ujar Anggota Komisi I DPR ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini