nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bisa Layani 121 Perizinan, Mal Pelayanan Publik Badung Jadi Percontohan Daerah Lain

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis · Senin 26 November 2018 15:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 26 244 1982989 bisa-layani-121-perizinan-mal-pelayanan-publik-badung-jadi-percontohan-daerah-lain-9phYvOEO4m.JPG Foto: @dpmptspbadung

JAKARTA - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Badung, Bali meluncurkan Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai salah satu terobosan untuk mempermudah pelayanan perizinan publik di masyarakat.

Kabupaten Bandung sendiri menjadi pilot project yang ditunjuk Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk mal pelayanan publik bersama 11 kabupaten dan kota lainnya sejak 17 September 2018.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Badung Agus Aryawan menjelaskan bahwa mal pelayanan publik Kabupaten Badung bisa melayani 121 jenis pelayanan perizinan dalam satu atap. Pemilihan mal sendiri, jelas Agus, sebagai upaya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.

"Mal Pelayanan Publik ini tergabung dalam 24 instansi publik di bidang pelayanan perizinan. Delapan instansi dari kementerian dan lembaga, delapan instansi perizinan dari BUMN/BUMD/Swasta, dan delapan instansi lingkungan pemerintah atau OPD Kabupaten Badung. Keseluruhan ada 24 instansi dan melayani sekira 121 pelayanan perizinan," jelas Agus saat dihubungi Okezone, Senin (26/11/2018).

"Sebagai contoh, kalau kita akan mengurus paspor, enggak usah capek-capek ke Imigrasi, cukup ke mal itu, diproses. Sesuai SOP mereka, tiga hari langsung jadi. Selain mendekatkan ke masyaratak MPP ini bisa mengurangi antrean di Imigrasi yang lama," imbuh Agus.

Menurut Agus, MPP Kabupaten Badung merupakan salah satu pelayanan publik terbaik di Indonesia. Hal tersebut tercermin dari banyaknya kabupaten dan kota lain yang melakukan study referensi kepada pelayanan publik dalam mal di Kabupaten Bandung.

"Kita juga dapat penghargaan dari Kemenpan RB soal MPP terbaik, itu pasti ada daftar pertimbangan dan objektif," ungkap Agus.

Lebih lanjut, Agus juga menuturkan bahwa setidaknya ada tiga kelebihan MPP Badung yang tidak dimiliki daerah lain. Pertama, pihaknya menggandeng PT Garuda Indonesia untuk urusan ticketing. "Jadi bisa pesan bahkan sampai check ini bisa di stand itu," jelas Agus.

Kedua, adanya Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) dalam MPP di Badung. Agus menilai, perkembangan pariwisata Badung yang pesat membuat kebutuhan pangan industri rumah tangga semakin meningkat.

"Sehingga banyak pihak yang berjuang mendapatkan sertifikat kelayakan pangan dari BBPOM tersebut. Kita hadirkan di MPP untuk memudahkan masyarakat juga," jelasnya.

Terakhir, MPP di Badung juga menyediakan lounge yang berisi teknisi IT yang akan membimbing masyarakat yang hendak mengurusi perizinan yang bersifat daring atau online.

"Dengan lounge itu, masyarakat dibikin nyaman sembari dilayani," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini