Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bagaimana Perkembangan Investigasi Pesawat Lion Air JT-610?

Harits Tryan Akhmad , Jurnalis-Selasa, 27 November 2018 |07:16 WIB
 Bagaimana Perkembangan Investigasi Pesawat Lion Air JT-610?
Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportas (KNKT) terus melakukan investigasi terhadap penyebab jatuhnya pesawat Boeing 736 max 8 miliki maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 di perairan Karawang. Lalu bagaimana perkembangannya?

Wakil Ketua KNKT Haryo Satmiko menjelaskan saat ini pihaknya terus melakukan investigas terhadap penyebab jatuhnya pesawat Lion Air.

Namun diakuinya, hingga sekarang belum ada perkembangan terbaru lantaran bagian dari blackbox yakni Cokpit Voicer Recoder (CVR) belum ditemukan hingga sekarang.

“Belum ada karena data dan fakta yanh ada harus terkonfermasi dengan CVR yang belum ditemukan,” jelas Haryo kepada Okezone, Selasa (27/11/2018).

lion

 (Baca juga: Lion Air Minta Pencarian Ulang 64 Korban Kecelakaan Pesawat PK-LQP)

Meski demikian, Haryo menyebut penyelidikan terus berjalan meskipun belum ada perkembangan yang lebih berarti dalam investigasi itu.

Dimana, KNKT akan tetap membuka laporan awal terkait hasil investigas dari bagian blackbox yakni Flight Data Recoder (FDR) yang sudah ditemukan oleh Tim SAR.

“Laporan awal tetap ada dan berjalan. Begitu pula pencarian CVR masih terkendala teknis,” beber dia.

 (Baca juga: Operasi DVI Ditutup, Total 125 Jenazah Korban Lion Air Teridentifikasi)

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang itu dinyatakan jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Pesawat tersebut sebelumnya hilang kontak setelah 13 menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, sekitar pukul 06.20 WIB.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP ini membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak, dan 2 bayi dengan 2 Pilot serta 6 awak kabin. Pihak Lion Air menyatakan pesawat itu dikedalikan Kapten Pilot Bhavye Suneja yang memiliki lebih dari 6.000 jam terbang serta Kopilot Harvino dengan 4.000 lebih jam terbang.

Dalam hal ini Pesawat Boeing 737 Max 8 tersebut terbilang baru karena masih kurang dari 1.000 jam terbang. Sementara sertifikat layak terbang (certificate of air worthiness) pesawat ini diterbitkan pada 15 Agustus 2018 dan berakhir 14 Agustus 2019.

 lion

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement