Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

9 Balita Positif Mengidap HIV/AIDS di Kota Cirebon

Fathnur Rohman , Jurnalis-Jum'at, 30 November 2018 |14:47 WIB
9 Balita Positif Mengidap HIV/AIDS di Kota Cirebon
Ilustrasi Bayi (Foto: Okezone)
A
A
A

CIREBON - Penyebaran virus HIV/AIDS di Kota Cirebon, Jawa Barat, dinilai cukup mengkhawatirkan. Tahun ini, setidaknya ada 58 penemuan kasus oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon, 9 diantaranya merupakan balita yang positif mengidap HIV/AIDS sejak lahir.

Sri Maryati, selaku Sekertaris KPA Kota Cirebon mengatakan, penularan virus HIV/AIDS terhadap balita bisa terjadi karena orangtuanya positif mengidap HIV/AIDS. Virus tersebut menyebar melalui air susu ibu, atau yang lainnya.

"Bisa tertular saat si ibu menyusui. Atau salah satu maupun kedua orangtuanya sudah postif mengidap HIV/AIDS," kata Sri kepada Okezone, saat di temui di kantor KPA Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/11/2018).

Sri juga menuturkan, temuan 9 balita yang positif mengidap HIV/AIDS ini merupakan angka yang cukup tinggi. Ia menjelaskan, setiap bulannya ada satu balita yang positif mengidap HIV/AIDS di Kota Cirebon, Jawa Barat.

"Temuan 9 balita yang positif HIV/AIDS ini merupakan angka yang cukup tinggi. Jadi setiap bulannya di Kota Cirebon ada satu balita mengidap HIV/AIDS," ujarnya.

Baca Juga: Ya Ampun, Seorang Bayi Terkena Virus HIV/AIDS

Bayi

Menurut Sri, untuk meminimalisir penularan virus HIV/AIDS terhadap balita, ia menyarankan agar para orangtua yang sudah positif mengidap HIV/AIDS mengikuti program pencegahan penularan, dengan rutin mengkonsusmsi obat ARV profilaksis.

"Dengan meminum obat ARV profilaksis, kemungkinan anak akan terbebas atau negatif HIV/AIDS, walaupun orangtuanya positif, " katanya.

Sri juga mengaku, angka 58 kasus itu di periode bulan Januari-Oktober 2018. Sedangkan untuk total kasus HIV/AIDS di Kota Cirebon sejak tahun 2006, tercatat ada 984 kasus. Hal Itu sekaligus menetapkan Kota Cirebon masuk dalam 10 besar kota dengan kasus HIV/AIDS tertinggi di Jawa Barat.

Kedepannya, Sri berharap agar angka penyebaran virus HIV/AIDS bisa menurun. Ia juga mengingatkan kepada masyarakat, untuk tidak memberikan stigma negatif kepada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

"Kita berharap agar kasus penyebaran HIV/AIDS di Kota Cirebon menurun. Saya juga meminta agar masyarakat tidak memberikan stigma negatif terhadap ODHA. Mereka tidak perlu dijauhi, " harapnya.

Petugas Kesehatan

(Edi Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement