Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Surabaya Muhammad Fikser menyatakan, pedestrian ini dibangun untuk memberikan kenyamanan bagi hak pejalan kaki. Jadi pedestriannya harus lebar dan dibuat nyaman. Dibawahnya tidak diberikan keramik tapi granit.
Kemudian dibuat turun naik jadi pejalan kaki tidak perlu harus capek. Pedestrian lebar itu diberikan motif. Jadi tidak sama desain dan warnanya berbeda-beda hampir di semua surabaya. Lalu di tengah-tengah untuk para difabel diberi petunjuk supaya tahu ini jalurnya.
"Tapi tidak hanya pedestrian yang dibangun, dibawahnya ada saluran besar ada box culvert yang besar-besar. Makanya setiap berapa meter itu ada hol yang motifnya berbeda-beda seperti di akses Ahmad Yani dan Siola berbeda. Kenapa begitu untuk memberikan kesan nuansa yang tidak membosankan jadi memang dibuat seperti itu," ucap Fikser.
Pembangunan pedestrian tidak hanya pada titik tertentu, namun di semua Kota Surabaya. Bahkan sekarang sudah masuk ke pinggir-pinggir kota Surabaya karena tidak hanya pedestrian yang dibangun. Tapi juga membangun saluran di bawah yang fungsinya tidak bisa dipisahkan.
Karena saluran yang besar untuk air, dan diatasnya untuk pedestrian orang berjalan supaya nyaman. Namun ada bak kontrol yang disiapkan pada beberapa meter supaya dalam pembersihan saluran lebih mudah.
"Hampir semua sudut-sudut kota Surabaya itu konsen pedestrian dan saluran menjadi satu paket yang harus memang diselesaikan. Hampir semua disentuh dengan pedestrian yang lebar dengan dibawah saluran yang lebar. Pada 2010 pembangunan pedestrian lebih ditingkatkan, karena tidak hanya pedestrian tapi salurannya juga dibangun untuk mengurangi banjir," ucap Fikser.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.