nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PKB: Jika Gentle Persaudaran Alumni 212 Bikin Parpol!

Bayu Septianto, Jurnalis · Senin 03 Desember 2018 17:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 03 337 1986230 pkb-jika-gentle-persaudaran-alumni-212-bikin-parpol-37kQqweT40.jpg Politisi PKB, Jazilul (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyarankan agar Persaudaran Alumni (PA) 212 membuat partai politik (parpol). Saran ini disampaikan Jazilul mengingat aksi-aksi yang dilakukan PA 212 selalu terkandung muatan politik.

Tak hanya itu, saran Jazilul agar PA 212 membentuk partai politik juga dilakukan karena melihat narasi-narasi negatif yang selalu dimunculkan terhadap partai politik yang mendukung capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Narasi-narasi negatif itu seperti menyebut partai penista agama hingga partai setan.

"Kalau gentle bikin partai, supaya tahu, kan perjuangan politik itu ada koridornya, bukan di lapangan," kata Jazilul di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (3/12/2018).

 (Baca juga: 6 Fakta Reuni Alumni 212, Ada Penampakan Awan Mirip Lafaz Allah)

Jazilul menilai masyarakat yang datang ke Reuni Akbar 212 sifatnya cair. Ia meyakini masyarakat yang datang juga ada yang tak satu pandangan dengan para orator yang menyampaikan aspirasinya.

 1212

Anggota Komisi III DPR RI itu mengatakan, PA 212 bisa mencontoh ormas Islam yang sudah eksis sejak lama seperti Nahdlatul Ulama (NU) yang membuat partai PKB ataupun Muhammadiyah dengan Partai Amanat Nasional (PAN).

"Ya bikin (Partai PA 212) saja, bikin saja, NU juga bikin partai namanya PKB, nyata ada persentasinya," jelasnya.

 (Baca juga: Reuni 212, TKN: Unsur Politisnya Sangat Kental, Ada Kampanye Terselubung)

Jazilul menuding adanya gerakan seperti PA 212 malah bisa membuat partai politik berbasis Islam merosot suaranya. Sehingga ia merasa seberapa besar aksi yang dilakukan, belum tentu bisa membawa perubahan sikap politik.

"Sekarang patut diingat dengan gerakan seperti itu partai Islam malah turun suaranya berdasarkan survey, itu jadi koreksi, aksi di lapangan belum tentu akan berpengaruh pada sikap politik, bisa-bisa jadi negatif," pungkas Jazilul.

 212

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini