nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahfud MD Bertemu KH Maimun Zubair, Bahas Apa?

Antara, Jurnalis · Senin 03 Desember 2018 06:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 03 510 1985918 mahfud-md-bertemu-kh-maimun-zubair-bahas-apa-nxdqsijQf3.jpg Mantan Ketua MK, Mahfud MD (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menggelar pertemuan dengan tokoh ulama kharismatik, KH Maimun Zubair di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Minggu 2 Desember 2018. Lantas timbul pertanyaan, apa yang dibahas oleh keduanya?

"Kami bicara filosofi-filosofi berdirinya bangsa ini, di mana letak kekuatan bangsa ini dan bagaimana manusia itu memosisikan diri agar Indonesia sebagai rahmat Allah itu tetap terjaga," kata Mahfud kepada wartawan seusai pertemuan tertutup sekitar satu jam bersama Kiai Maimun.

loading...

Dalam kesempatan itu, Mahfud menegaskan bahwa dalam pertemuan tertutup itu, dirinya bersama Kiai Maimun sama sekali tidak membahas soal politik praktis yang berkaitan dengan Pilpres 2019.

"Tidak ada kami bicara itu (politik). Kami bicara yang lebih penting, ya, masalah bangsa ini secara keseluruhan," katanya.

Menurut Mahfud, Indonesia yang berdiri dan merdeka atas berkat rahmat Allah harus disyukuri dan senantiasa dijaga kelangsungannya. Untuk menjaga kelangsungan negara dengan masyarakatnya yang berbeda-beda, menurut dia, selama ini bangsa Indonesia telah menentukan jalan dengan memilih jalur demokrasi.

KH Maimun Zubair

Oleh sebab itu, menurut dia, demokrasi sebagai sarana juga harus dijaga agar senantiasa ditempuh dengan sikap jujur. "Harus bersikap jujur, tidak main tikam dari belakang dan semuanya adu visi sajalah untuk maju ke depan," katanya.

Bertemu dan berdiskusi dengan Kiai Maimun, menurut Mahfud, sudah biasa ia lakukan sejak masih duduk sebagai Ketua MK. Kepada wartawan, Kiai Maimun Zubair mengibaratkan Indonesia layaknya sebuah kehidupan rumah tangga. Dalam rumah tangga, seyogyanya jangan sampai terjadi perselisihan hanya karena perbedaan, termasuk menyangkut soal agama.

"Kita harus kembali kepada apa yang sudah dianugerahkan Allah kepada bangsa ini. Kerukunan manusia itu dimulai dari apa yang disebut rumah tangga. Rumah itu terdiri atas pasangan, jadi tidak bisa milik perempuan saja atau milik laki-laki saja, jadi harus ada laki-laki dan perempuan," ungkap pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang ini.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini