nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Redakan Kerusuhan, Prancis Tunda Kenaikan Pajak BBM Selama Enam Bulan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 10:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 05 18 1987005 redakan-kerusuhan-prancis-tunda-kenaikan-pajak-bbm-selama-enam-bulan-LqkQDlqXS8.jpg Perdana Menteri Prancis, Edouard Philippe. (Foto: Reuters)

PARIS – Pemerintah Paris mengumumkan penundaan rencana kenaikan tiga jenis pajak bahan bakar selama enam bulan mulai 1 Januari mendatang. Langkah itu diambil untuk meredakan demonstrasi dan kerusuhan memprotes harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi yang terjadi di seluruh negeri sejak pertengahan bulan lalu.

Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Perdana Menteri Prancis, Edouard Philippe para pengunjuk rasa mewakili kemarahan warga Prancis yang telah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dia juga menekankan bahwa masalah pajak tidak boleh membahayakan persatuan publik dan meminta kekerasan yang terjadi agar dihentikan.

BACA JUGA: Protes Kenaikan Harga BBM di Paris, Ratusan Pedemo Akan Diadili

Meski begitu, Philippe tetap mengutuk para pengunjuk rasa yang menyerang polisi selama demonstrasi dan berjanji mereka akan diseret ke pengadilan.

“Kemarahan ini, Anda pasti tuli atau buta untuk tidak melihat atau mendengarnya, ”kata Philippe dalam pidatonya sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (5/12/2018).

BACA JUGA: Dihantam Kerusuhan, Prancis Umumkan Penundaan Kenaikan Pajak BBM

“Warga Prancis yang telah mengenakan rompi kuning ingin pajak diturunkan dan pekerjaan yang memberikan bayaran. Itu juga yang kami inginkan. Jika saya tidak berhasil menjelaskannya, jika mayoritas yang berkuasa tidak berhasil meyakinkan Prancis, maka sesuatu harus berubah.”

Philippe berjanji tidak akan ada kenaikan pajak bahan bakar sampai semua rencana itu diperdebatkan antara pemangku kepentingan dan rakyat Prancis. Dia juga menjanjikan kenaikan upah minimum sebesar 3 persen pada 2019 dan mengarahkan fokus pemerintah untuk meningkatkan standar hidup rakyat.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini